majalahtabligh.com

Harga Emas Dunia Turun, Eskalasi Konflik AS-Iran Picu Kekhawatiran Suku Bunga Tinggi



Harga emas dunia melemah pada perdagangan awal Asia, Senin (13/7/2026), setelah ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat. Konflik tersebut mendorong kenaikan harga energi dan memicu kekhawatiran bahwa bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama untuk menekan inflasi.

Mengutip The Business Times, harga emas spot turun hingga 1,2 persen menjadi 4.070,98 dollar AS per ons. Sepanjang pekan lalu, harga emas juga telah terkoreksi sekitar 1,4 persen.

Ketegangan meningkat setelah AS dan Iran saling melancarkan serangan pada akhir pekan, 11-12 Juli 2026. Situasi tersebut sempat memicu kebingungan mengenai status jalur pelayaran energi di Selat Hormuz.

Sebelumnya, Iran menyatakan jalur tersebut akan ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut. Namun, AS membantah pernyataan tersebut.

Komando Pusat AS (US Central Command) menyatakan pasukannya melancarkan operasi untuk memastikan kebebasan pelayaran di kawasan tersebut.

Bagi pasar emas, meningkatnya konflik di Timur Tengah justru memperbesar kemungkinan The Fed mempertahankan kebijakan moneter yang ketat.

Lonjakan harga energi berpotensi meningkatkan tekanan inflasi sehingga bank sentral AS diperkirakan enggan segera memangkas suku bunga.

Risalah rapat The Fed pada Juni yang dirilis pekan lalu juga menunjukkan sebagian pembuat kebijakan masih mempertimbangkan kenaikan suku bunga, meski pada akhirnya memutuskan mempertahankan suku bunga acuan.

Risalah tersebut juga mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pejabat The Fed terhadap inflasi, sementara kekhawatiran terhadap kondisi pasar tenaga kerja mulai sedikit mereda.

Seperti diketahui, suku bunga yang lebih tinggi umumnya menjadi sentimen negatif bagi emas karena logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset).

Sidang tersebut akan didahului oleh rilis data inflasi konsumen AS periode Juni yang diperkirakan menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga berikutnya.

Di sisi lain, harga emas telah turun lebih dari 20 persen sejak perang Iran dimulai pada akhir Februari 2026.

Gelombang aksi ambil untung mengakhiri reli emas yang berlangsung selama tiga tahun dan sempat menyeret harga logam mulia itu ke bawah level 4.000 dollar AS per ons untuk pertama kalinya sejak November 2025.

Selain emas, logam mulia lainnya juga mengalami pelemahan. Harga perak turun 2,1 persen menjadi 58,64 dollar AS per ons. Sementara itu, harga platinum dan palladium juga ikut terkoreksi.

Di saat yang sama, indeks dollar AS Bloomberg Dollar Spot Index naik 0,2 persen, yang turut menekan daya tarik emas bagi investor.

Penguatan dollar AS membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga mengurangi minta terhadap logam kuning tersebut.


Sumber: Kompas
Share on Google Plus

About PebisnisMuslim.com

Pebisnis Muslim News adalah situs informasi bisnis dan ekonomi Islam yang dikelola oleh Pebisnis Muslim Group.

0 komentar:

Posting Komentar