Ekonom: Potensi Ekonomi Halal Belum Tereksplorasi


JAKARTA -- Ekonom Syariah IPB University Irfan Syauqi Beik menyebutkan, potensi ekonomi halal di Indonesia yang belum tereksplorasi masih sangat besar. Oleh karena itu, diperlukan adanya upaya yang lebih sistematis agar potensi ekonomi halal dapat dioptimalkan dengan baik.

Irfan menjelaskan, upaya ini harus mencakup penguatan baik dari sisi demand maupun dari sisi supply.

Pada sisi permintaan, Irfan menuturkan, selain memanfaatkan pasar domestik, kita juga harus berusaha untuk membidik permintaan global yang terus meningkat. "Dengan tingkat pertumbuhan kumulatif rata-rata dalam lima tahun terakhir yang mencapai angka 3,5 persen, maka pasar internasional menjadi sangat menarik untuk dibidik secara serius. Indonesia harus menjadi produsen utama industri halal dunia,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima Republika.co.id, Selasa (19/1).

Selanjutnya, untuk memperkuat sisi supply, Irfan mengatakan, ada tiga hal yang perlu dilakukan. Pertama, membangun ekosistem ekonomi halal yang terintegrasi. Tidak hanya antar industri di sektor riil, juga dengan industri keuangan syariah.

Hal itu ditunjukkan antara lain dengan pemanfaatan industri perbankan syariah dalam memfasilitasi transaksi keuangan dari industri halal. Irfan menuturkan, khususnya dari sisi teknologi keuangan, industri perbankan syariah tidak kalah dibandingkan dengan industri perbankan konvensional. 

Teknologi digital banking yang dimiliki oleh tiga Bank Umum Syariah (BUS) yang merger menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI) misalnya, sudah sangat kompatibel dengan kebutuhan pengembangan industri halal yang ada saat ini. 

"Termasuk memfasilitasi masyarakat yang banyak memanfaatkan teknologi dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya,” ujarnya.

Kedua, memperbanyak pelaku usaha untuk menopang dan menambah kekuatan supply yang dimiliki Indonesia. Di sinilah pentingnya penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai pilar penting dari kekuatan penawaran yang kita miliki.

Irfan menekankan, UMKM harus diberikan akses yang lebih luas, baik akses terhadap input produksi, sumberdaya keuangan, maupun akses pasar.

Irfan mengungkapkan, keberadaan BSI diharapkan dapat mengangkat dan memperbesar akses yang diperlukan oleh UMKM untuk berkembang. Dengan total aset yang mencapai angka Rp 214 triliun, kemampuan dan daya jangkau BSI diharapkan dapat mengangkat kapasitas dan kemampuan UMKM dalam memanfaatkan perkembangan permintaan produk-produk halal dunia. 

“Ketiga, diperlukan adanya dukungan regulasi dan insentif yang mampu menstimulasi penguatan industri halal kita. Peran pemerintah dalam hal ini menjadi sangat penting dan signifikan,” kata Irfan. []

Sumber : Republika

Share on Google Plus

About PebisnisMuslim.com

PebisnisMuslim.com adalah situs informasi bisnis dan ekonomi Islam yang dikelola oleh Pebisnis Muslim Group.

0 komentar:

Posting Komentar