Pertamina Perkuat UMKM di Papua dan Papua Barat


JAKARTA -- Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Prof Ari Purbayanto menilai, keputusan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menghentikan ekspor benur sebagai langkah yang tepat. Pasalnya, jika dibiarkan, persoalan yang timbul akibat kebijakan tersebut akan sulit untuk diselesaikan.

Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina, Agus Suprijanto menjelaskan, pembinaan UMKM di kedua wilayah ini diwakili oleh Marketing Operasional Region (MOR) VIII Papua dan Refinery Unit (RU) VII Kasim Papua Barat. Kedua wilayah ini dinilai telah melaksanakan pembinaan secara baik kepada seluruh mitra binaannya.

"Tahun 2020 merupakan tahun pertama RU VII melaksanakan Program kemitraan dan membina UMKM, di mana di tahun-tahun sebelumnya di lakukan oleh MOR VIII. Meski begitu, baik MOR VIII maupun RU VII terus berkolaborasi dalam melaksanakan tugas dalam membina mitra UMKM," kata Agus menjelaskan.

Selama 2020, RU VII dan MOR VIII telah menyalurkan modal usaha dengan total sekitar Rp 25 miliar. Dana tersebut didistribusikan kepada 427 mitra binaan di Papua dan Papua Barat yang mayoritas bergerak dalam bidang perdagangan dan pertanian. Seluruhnya didukung untuk dapat naik kelas dengan beberapa pembinaan yang diberikan.

Agus menambahkan, penyaluran di wilayah Papua dan Papua Barat salah satunya juga ditujukan agar UMKM Timur Indonesia dapat segera bangkit dari dampak pandemi. Melalui bantuan modal usaha ini, Pertamina ingin membantu agar pertumbuhan pasar wilayah timur dapat beranjak naik. "Sehingga para UMKM binaan bisa menembus pasar di luar Provinsi Papua dan Papua Barat. Bahkan seluruh Indonesia atau mancanegara," kata Agus.

Sherly Waromi, salah satu UMKM binaan RU VII, mengaku senang menjadi mitra binaan Pertamina. Pemilik pangkalan minyak tanah ini berencana menggunakan pinjaman modal yang didapat untuk memperluas usahanya ke bidang perdagangan lain, yakni berupa peralatan olahraga.

"Semoga bisa lebih besar dan mempekerjakan banyak orang. Sehingga bisa membantu warga sekitar mendapatkan penghasilan," kata Sherly.

Berbeda lagi dengan Steven Ibo, mitra binaan MOR VIII ini mengatakan, modal bergulir yang diterima digunakan untuk meningkatkan volume usahnya yang bergerak dalam produksi Virgin Coconut Oil (VCO) menjadi sabun VCO, kapsul VCO dan sabun buah merah. Bantuan dari Pertamina akan dijadikan modal kerja dalam memproduksi lebih banyak lagi sabun dan minyak kelapa murni.

"Apalagi kini, permintaan produk kami sedang tinggi," ujar Steven.

 Sumber : Republika

Share on Google Plus

About PebisnisMuslim.com

PebisnisMuslim.com adalah situs informasi bisnis dan ekonomi Islam yang dikelola oleh Pebisnis Muslim Group.

0 komentar:

Posting Komentar