Produk Digital

Bank Syariah Harus Mampu Penuhi Kebutuhan Industri Halal


JAKARTA -- Perbankan syariah harus mampu memenuhi kebutuhan industri halal Indonesia. Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan hal tersebut adalah salah satu tujuan dari merger tiga bank syariah anak usaha BUMN menjadi Bank Syariah Indonesia.

"Dengan kapasitas yang lebih besar, maka bank bisa efisien dan melayani kebutuhan dari industri halal Indonesia," katanya dalam Webinar Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Rabu (17/3).

Penguatan rantai nilai halal dan industri keuangan syariah juga merupakan program kerja dari Masyarakat Ekonomi Syariah yang dipimpin Erick. Tujuannya agar tercipta ekosistem syariah yang komprehensif baik yang berdampak di Indonesia maupun dunia.

Erick mengatakan Indonesia akan memiliki populasi penduduk Muslim sebesar 184 juta orang pada 2025. Mayoritas merupakan kalangan menengah ke atas, dan bekerja di sektor swasta. Industri halal menjadi lahan kerja sekaligus sumber bagi permintaan pasar tersebut.

Erick menyadari Indonesia memang terlambat memulai industri keuangan syariah. Dibandingkan Malaysia yang sudah memulainya sejak 1963, Indonesia baru mulai industri dengan berdirinya Bank Muamalat pada 1991.

"Namun alhamdulillah, jasa keuangan syariah kita terus tumbuh bahkan di tengah pandemi ini," katanya.

Sektor keuangan syariah mampu tumbuh cukup pesat pada 2020 dengan aset naik 10,9 persen, lebih tinggi dari industri bank konvensional sebesar 7,7 persen. Kemudian DPK naik 11,5 persen, lebih unggul tipis dari konvensional sebesar yang 11,49 persen.

Pembiayaan bank syariah masih tumbuh signifikan sebesar 9,42 persen, padahal konvensional hanya 0,55 persen. Erick berharap, bank syariah dapat semakin meningkatkan efisiensinya sehingga berdaya saing memenuhi kebutuhan dari industri.

Dengan kapasitas yang lebih besar, maka produk dan layanan untuk pengembangan industri halal pun bisa lebih beragam. Potensi yang besar tidak hanya datang dari dalam tapi juga luar negeri. Sektor yang diprioritaskan diantaranya makanan, fashion and beauty, perjalanan, dan media.

Direktur Bank Syariah Indonesia, Hery Gunardi mengatakan BSI kini sudah bisa bersaing dengan bank konvensional. Dari sisi margin atau pricing, bank syariah bisa meningkatkan pengelolaan dan strateginya agar lebih efisien .

"Kita bicara bagaimana strategi kita perbaiki, juga delivery channel yang lebih luas, maka funding bisa meningkat dan biaya dana bisa ditekan, akhirnya kita bisa bersaing dengan konvensional," katanya.

Dengan biaya dana yang lebih rendah, maka pembiayaan bisa ditawarkan dengan margin atau pricing kompetitif. Hery mengatakan, kini produk KPR Syariah Griya dan pembiayaan kendaraan bermotor di BSI sudah bisa bersaing dengan bank konvensional yang rendah pricing-nya.

Menurutnya, ini merupakan langkah yang baik untuk bisa melayani masyarakat secara lebih luas. Ditambah dengan perbaikan layanan, pengoptimalan fitur, juga sumber daya insani pelayanan, maka bank syariah bisa sejajar dengan konvensional yang sudah hadir lebih dulu. []

Sumber : Republika

Share on Google Plus

About PebisnisMuslim.com

PebisnisMuslim.com adalah situs informasi bisnis dan ekonomi Islam yang dikelola oleh Pebisnis Muslim Group.

0 komentar:

Posting Komentar