Produk Digital

Enam Startup Indonesia Berpotensi Jadi Unicorn Baru


JAKARTA -- Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, mengatakan, ekonomi digital Indonesia akan memegang peran strategis bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Hal itu juga bakal didukung dengan sejumlah start up atau perusahaan rintisan teknologi yang nantinya bakal menjadi unicorn dengan valuasi 1 miliar dolar AS.

Perusaahan teknologi yang kini telah menjadi unicorn di antaranya Gojek dan Tokopedia yang juga baru saja bergabung menjadi GoTo. Kemudian OVO, Traveloka, dan Bukalapak. Lutfi mengatakan, setidaknya ada enam calon-calon unicorn baru dari para start up yang kini tengah eksis.

Di antaranya yakni blibli.com di sektor e-commerce, ruang guru di sektor edu tech, kredivo di sektor fintech, halodoc di bidang heath tech, efishery bidang agri tech, dan Si Cepat yang bergerak di bidang jasa logistik.

"Ini gelombang baru karya Indonesia calon-calon unicorn di sektor baru dengan valuasi menuju 1 miliar dolar AS," kata Lutfi dalam Bisnis Indonecia Mid-Year Economic Outlook, Rabu (7/2021).

Lutfi mengatakan, ekonomi digital menjadi sesuatu yang tidak terelakkan. Oleh sebab itu, Indonesia dengan modal perusahaan tekonologi yang besar harus menjadi pemenang. Pemerintah sebagai otoritas jaga harus membuat kebijakan yang mendukung orang-ornag Indonesia menguasai pasar Indonesia itu sendiri.

Adapun jika dilihat secara keseluruhan ekonomi digital, Lutfi memproyeksikan pada tahun 2030, penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi digital yakni dari sektor e-commerce dengan valuasi Rp 1.908 triliun. Selanjutnya diikuti online travel Rp575 triliun, dan online media Rp 191 triliun. Selanjutnya layanan ride hailing Rp 401 triliun serta fintech Rp224 triliun.

Sumber : Republika

Share on Google Plus

About PebisnisMuslim.com

PebisnisMuslim.com adalah situs informasi bisnis dan ekonomi Islam yang dikelola oleh Pebisnis Muslim Group.

0 komentar:

Posting Komentar