BSI Luncurkan UMKM Center dan Portal Go UMKM

 JAKARTA -- PT Bank Syariah Indonesia Tbk meluncurkan BSI UMKM Center di Aceh dan Portal Go UMKM. Direktur Utama BSI, Hery Gunardi menyampaikan BSI UMKM Center adalah tempat untuk memfasilitasi kebutuhan para UMKM agar bisa berkembang dengan baik dan bersaing tidak hanya di pasar nasional tapi juga global.

"Kita bangun UMKM Center ini untuk menampung aspirasi, juga tempat pelatihan, edukasi, kita sediakan juga akses marketnya, pembiayaan, segala yang dibutuhkan oleh mereka untuk bisa berkembang," katanya dalam Peluncuran BSI UMKM Center Aceh dan Portal Go UMKM, Rabu (29/12).

Mundur Sebagai CEO Bukalapak, Rachmat Kaimuddin Siap Merapat ke Pemerintahan Ada 'Duit Lebih' Triliunan, Pemerintah Kurangi Jual Surat Utang Bulog Berharap Pemerintah Segera Lunasi Utang Rp 4,5 Triliun

Hery mengatakan, UMKM memerlukan bantuan untuk bisa berkembang lebih baik. Mereka biasanya kesulitan dalam mengembangkan produk, seperti pengemasan, akses pasar, juga pendanaan. BSI berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Menurut Hery, BSI akan membangun dua BSI UMKM Center lagi dalam waktu dekat. Pembangunan pertama di Aceh ini menjadi istimewa mengingat Aceh adalah wilayah dengan tingkat pengembangan ekonom syariah yang tinggi.

"Sehingga kita ingin ikut memajukan UMKM di Aceh untuk bisa menjalankan usahanya sesuai syariah, tugas UMKM Center ini adalah mencetak pengusaha-pengusaha UMKM baru di Aceh dan sekitarnya," katanya.

Selain itu, BSI juga berkomitmen memberikan pembiayaan yang sangat ringan pada UMKM segmen unbanked dan underbanked yang belum bankable. Dana-dananya akan berasal dari dana sosial Lembaga Amil Zakat BSI.

Hery mengatakan dana sosial LAZ cukup kuat untuk mendukung dan membimbing segmen tersebut. Sehingga pembiayaan tidak memberatkan, dan mereka bisa berkembang lebih besar hingga akhirnya bisa jadi bankable.

Staf Ahli Bidang Perekonomian Keuangan dan Pembangunan, Iskandar Syukri menyampaikan, UMKM adalah tulang punggung bagi pertumbuhan ekonomi daerah Aceh. Pengembangannya memang tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah.

Ia menyampaikan, jumlah pelaku UMKM di Aceh ada sekitar 155 ribu. Sebanyak 70 persen merupakan usaha mikro, 28 persen usaha kecil, dan dua persen usaha menengah.

"Kontribusi berbagai pihak yang bergerak simultan, seperti pembangunan UMKM Center ini sangat penting dalam mendukung gerak laju pengembangan, khususnya pembangunan di Aceh," katanya.

Ia menyambut baik didirikannya BSI UMKM Center dan Portal Go UMKM. Upaya mendorong usaha masyarakat di level ini harus menjadi komitmen semua pihak karena sesuai dengan Visi Misi Aceh yakni Aceh Unggulan, Aceh Kreatif, dan Aceh Kaya.

Ini juga sudah dijabarkan dalam berbagai program untuk mendorong UMKM yang memasarkan potensi sumber daya lokal. Pemerintah daerah telah meminta agar semua pihak membumikan produk lokal pada awal tahun 2019.

Seperti dengan himbauan untuk menggunakan produk UMKM bagi seluruh instansi pemerintahan dan lembaga. Dengan harapan, produk lokal selalu lebih diutamakan untuk kegiatan-kegiatan kedinasan dan lainnya.


 Sumber : Republika

Share on Google Plus

About PebisnisMuslim.com

Pebisnis Muslim News adalah situs informasi bisnis dan ekonomi Islam yang dikelola oleh Pebisnis Muslim Group.

0 komentar:

Posting Komentar