Bank Muamalat Raih Penghargaan Internasional

 


JAKARTA — Restrukturisasi aset yang dilakukan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk meraih penghargaan dari Islamic Finance News (IFN). Media yang bernaung dalam Redmoney Group itu memberikan dua penghargaan sekaligus atas aksi korporasi ini, yaitu Deal of The Year dan Restructuring of The Year dalam ajang IFN Awards 2021 yang berlangsung di Dubai, UAE.

Bank Muamalat juga diganjar penghargaan sebagai The Best Islamic Bank in Indonesia atas capaian kinerja dan kontribusinya terhadap industri keuangan syariah di Tanah Air. Direktur Utama Bank Muamalat Achmad K Permana, Direktur Pembiayaan Avianto Istihardjo, serta Komisaris Independen Iggi H Achsien hadir langsung untuk menerima penghargaan.

Permana mengatakan, restrukturisasi aset ini adalah bagian integral dari proses penguatan struktur permodalan perseroan yang berlangsung dengan lancar akhir tahun lalu. Saat ini, Bank Muamalat sudah memiliki pemegang saham mayoritas baru, yaitu Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dengan kepemilikan saham sebesar 82,65 persen.

"Atas pencapaian ini, Bank Muamalat sebagai bank pertama murni syariah berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja perseroan dengan fokus pada bisnis Islamic segment, haji dan umrah, serta ekosistem halal yang tentunya sejalan dengan core business pemilik baru kami, BPKH," kata Permana dalam keterangan pers, Rabu (1/6).

Dalam proses restrukturisasi aset ini, Bank Muamalat menggandeng PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) atau PT PPA selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mengelola aset nonproduktif Bank Muamalat. Penandatanganan master restructuring agreement (MRA) dilaksanakan pada tanggal 15 September 2021 yang disaksikan secara langsung oleh Menteri BUMN Erick Thohir. 

Permana menambahkan, keberhasilan restrukturisasi yang dilakukan oleh Bank Muamalat tidak terlepas dari dukungan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku regulator yang senantiasa memantau proses ini hingga tuntas. Dari aspek syariah, proses restrukturisasi ini juga dikawal oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) dan Dewan Syariah Nasional (DSN).

Selain itu, untuk memastikan aspek compliance dari keseluruhan transaksi restrukturisasi agar berjalan secara arms-length, transaksi ini didukung oleh lembaga penunjang dan profesi pasar modal yang prominent di Indonesia. Di antaranya termasuk institusi global, yaitu firma hukum Ginting & Reksodiputro in association with Allen & Overy LLP, juga BRI Danareksa Sekuritas.

Menurut Permana, restrukturisasi ini adalah terobosan baru bagi industri perbankan syariah di Indonesia. Ke depannya, skema ini dapat menjadi referensi bagi aksi korporasi dalam rangka penguatan permodalan bank syariah di Indonesia.

BPKH resmi menjadi pemilik Bank Muamalat setelah penandatanganan pengalihan saham dari Islamic Development Bank (IsDB) dan SEDCO Group pada 15 November 2021 dan 16 November 2021. Mengenai strategi dan transformasi bisnis, Bank Muamalat belum lama ini meluncurkan layanan Gerai Reksa Dana Syariah berbasis daring pertama di Tanah Air.

Pionir bank syariah ini menggandeng FUNDTastic sebagai agen penjual efek reksa dana (APERD) serta PT Bahana TCW Investment Management (Bahana TCW) dan Eastspring Investment Indonesia selaku manajer investasi.

Gerai Reksa Dana Syariah merupakan sebuah layanan yang ditujukan kepada nasabah Bank Muamalat Indonesia untuk dapat melakukan transaksi pendaftaran, pembelian, penjualan, dan pemantauan atas produk reksa dana syariah.

Produk reksa dana yang dijual pada Gerai Reksa Dana Syariah Bank Muamalat merupakan produk yang telah dikurasi dan dipilih Bank Muamalat agar sesuai dengan karakter dan kebutuhan nasabah. 

Presiden Direktur Bahana TCW Rukmi Proborini mengatakan, kerja sama itu terkait dengan perluasan jalur distribusi dan penjualan produk investasi Reksa Dana Bahana MES Syariah Fund (Bahana MES Syariah Fund) yang telah dipasarkan Bahana TCW sejak akhir 2016 yang lalu. 

Selain Bahana MES Syariah, Bank Muamalat juga akan memasarkan produk reksa dana Bahana Likuid Syariah (BLS) yang merupakan produk reksa dana dengan strategi investasi yang 100 persen berinvestasi pada deposito bank syariah. Produk ini dikembangkan khusus bagi investor-investor dengan profil risiko investasi yang mengedepankan keutuhan nilai investasi.

Head of Syariah Unit PT Eastspring Investments Indonesia Rian Wisnu Murti mengatakan, pihaknya optimistis dengan melakukan penjualan produk Reksa Dana Syariah Eastspring melalui Bank Muamalat yang bekerja sama dengan Fundtastic+. Ia melihat minat masyarakat atas produk investasi syariah semakin besar.

"Harapannya, tambahan variasi produk dari Reksa Dana Syariah Eastspring Indonesia dapat menjadi pilihan bagi Investor untuk melengkapi produk investasi syariah dari kelas aset berbeda," kata Rian.[]

Sumber: Republika

 

Share on Google Plus

About PebisnisMuslim.com

Pebisnis Muslim News adalah situs informasi bisnis dan ekonomi Islam yang dikelola oleh Pebisnis Muslim Group.

0 komentar:

Posting Komentar