Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, pertumbuhan tersebut turut diikuti peningkatan kapitalisasi pasar dan nilai transaksi saham syariah selama 2025.
“Pasar modal syariah juga membukukan pertumbuhan yang baik sepanjang tahun 2025. Baik dari kapitalisasi pasar saham syariah, nilai transaksi di saham syariah, dan juga pertumbuhan dari investor saham syariah. Seluruhnya membukukan pertumbuhan yang baik. Dari target 35 ribu investor baru tercapai hampir 50 ribu investor baru,” ujar Jeffrey menjawab pertanyaan Republika dalam konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BEI, Senin (29/6/2026).
Jeffrey mengatakan, peningkatan jumlah investor tidak terlepas dari upaya BEI memperluas edukasi pasar modal syariah di berbagai daerah. Hingga kini, BEI memiliki lebih dari 180 Galeri Investasi Syariah yang tersebar di perguruan tinggi dan lembaga pendidikan berbasis syariah, dari total 1.015 Galeri Investasi di seluruh Indonesia.
“Kegiatan terkait pasar modal syariah juga terus kami lakukan sejalan dengan pengembangan galeri investasi. Dari 1.015 galeri investasi itu lebih dari 180 adalah Galeri Investasi Syariah yang kami buka di lembaga pendidikan yang memiliki pendidikan syariah,” kata Jeffrey.
Selain memperluas jaringan Galeri Investasi Syariah, BEI juga menggelar berbagai program edukasi, seperti Syariah Investment Week di Main Hall BEI serta sosialisasi bersama komunitas syariah di berbagai daerah. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai investasi yang sesuai dengan prinsip syariah.
Pertumbuhan investor saham syariah juga sejalan dengan peningkatan jumlah investor pasar modal secara nasional. Hingga akhir 2025, jumlah investor pasar modal mencapai 20,3 juta atau meningkat hampir 37 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada periode yang sama, BEI menyelenggarakan lebih dari 49 ribu kegiatan edukasi, menambah jumlah Galeri Investasi menjadi 1.015 lokasi di seluruh Indonesia, serta mencatat pengguna aplikasi IDX Mobile mencapai 463 ribu.
Aktivitas penghimpunan dana di pasar modal juga tetap tumbuh sepanjang 2025. Sebanyak 26 perusahaan mencatatkan saham perdana atau initial public offering (IPO) dengan dana yang berhasil dihimpun sekitar Rp18,1 triliun.
Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian saham mencapai Rp18,1 triliun, menunjukkan aktivitas perdagangan yang tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global.
Sumber: Republika






0 komentar:
Posting Komentar