majalahtabligh.com

Ekonomi Haji Berpotensi Rp 80 Triliun, Pemerintah Perkuat Rantai Pasok dan Investasi



JAKARTA — Kementerian Haji dan Umrah melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (Ditjen PE2HU) memperkuat pengembangan ekosistem ekonomi haji, guna mengoptimalkan potensi ekonomi haji dan umrah. Diperkirakan, potensi haji dan umrah mencapai sekitar Rp80 triliun per tahun.

"Pengembangan ekosistem ekonomi haji merupakan upaya untuk memastikan penyelenggaraan haji tidak hanya memberikan manfaat dari sisi pelayanan ibadah, tetapi juga menghadirkan nilai tambah bagi perekonomian nasional melalui peningkatan keterlibatan produk, jasa, dan pelaku usaha dalam negeri," kata Direktur Jenderal PE2HU Jaenal Effendi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Ia menjelaskan pemerintah terus memperkuat berbagai program strategis untuk meningkatkan kontribusi sektor haji dan umrah terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Upaya itu mulai dari penguatan rantai pasok, peningkatan penggunaan produk lokal, hingga pengembangan investasi di sektor pendukung penyelenggaraan haji.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah meningkatkan penetrasi produk Indonesia dalam memenuhi kebutuhan jamaah haji dan umrah. Hingga saat ini, pemerintah telah mendorong ekspor 28 jenis bumbu Nusantara dengan volume lebih dari 300 ton serta penyediaan sekitar 3,1 juta paket makanan saji untuk jamaah.

Selain itu, Ditjen PE2HU juga mengembangkan sektor transportasi dan pariwisata melalui optimalisasi penerbangan kosong (empty flight) guna mendukung kunjungan wisatawan dari kawasan Timur Tengah ke Indonesia.

Program yang dijalankan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan tersebut, telah melayani 1.723 penumpang dan akan terus ditingkatkan.

Jaenal mengatakan penguatan ekosistem ekonomi haji juga dilakukan melalui pendekatan investasi dari hulu hingga hilir, termasuk penguatan sistem pengadaan dan distribusi produk Indonesia bagi kebutuhan jamaah.

Langkah tersebut dinilai dapat membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha nasional untuk berpartisipasi dalam rantai nilai haji dan umrah dengan potensi mencapai sekitar 30 hingga 40 persen.

Di sisi lain, pemerintah terus mengembangkan Platform Ekonomi Haji sebagai sarana integrasi ekosistem ekonomi haji secara digital guna meningkatkan efisiensi dan memperluas akses pelaku usaha nasional.

Menurut Jaenal, keberhasilan pengembangan ekosistem ekonomi haji sangat bergantung pada sinergi seluruh pemangku kepentingan.

“Ekosistem ekonomi haji tidak dapat dibangun oleh satu pihak. Sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk memperkuat rantai pasok nasional, membuka peluang investasi, meningkatkan daya saing produk dalam negeri, serta menghadirkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi,” kata dia.

Sumber: Republika
Share on Google Plus

About PebisnisMuslim.com

Pebisnis Muslim News adalah situs informasi bisnis dan ekonomi Islam yang dikelola oleh Pebisnis Muslim Group.

0 komentar:

Posting Komentar