Produk Digital

PLN Resmi Akuisisi Pembangkit Chevron PLN anggarkan dana Rp 11 triliun jamin keandalan listrik Blok Rokan.

 

       

JAKARTA — PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) resmi mengakuisisi pembangkit listrik berdaya 300 megawatt (MW) yang dikelola PT Mandau Cipta Tenaga Nusantara (MCTN) untuk wilayah kerja Blok Rokan di Riau.

Sebelumnya, Chevron Standard Limited adalah pemilik saham mayoritas MCTN. "Ini merupakan titik strategis untuk memastikan keberlangsungan produksi wilayah kerja Rokan,” kata Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Selasa (6/7).

PLN mengakuisisi saham MCTN dengan sumber dana yang berasal dari kas internal perseroan. Sebelumnya, PLN masih bernegosiasi dan berkomunikasi baik dengan PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) maupun MCTN terkait alih kelola pembangkit yang selama ini memasok listrik untuk Blok Rokan.

Kontrak CPI di Blok Rokan, Riau, segera berakhir dan dialihkan kepada PT Pertamina (Persero). Blok Rokan memiliki peran strategis dalam industri migas dalam negeri dengan menyumbangkan produksi 24 persen terhadap produksi nasional.

Zulkifli mengatakan, pada masa transisi ini, PLN akan mengelola pembangkit listrik existing MCTN yang saat ini telah melistriki wilayah kerja Blok Rokan.

"Dengan akuisisi itu, MCTN nantinya menjadi bagian dari PLN sehingga kami akan meneruskan pengoperasian MCTN ini secara jangka pendek selama tiga tahun," kata Zulkifli.

Regional Director Chevron Standard Limited Jennifer Ferratt menjelaskan, pembangkit listrik MCTN telah memasok energi yang andal ke Blok Rokan selama lebih dari 20 tahun. Menurut dia, perjanjian jual beli saham dengan PLN sejalan dengan transisi Blok Rokan yang sebentar lagi akan diambil alih Pertamina.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN yang telah bekerja sama dengan CSL untuk mencapai hasil yang fair dan mutual benefit," kata Jennifer.

Jennifer menjelaskan, PT MCTN mengoperasikan North Duri Cogeneration (NDC) yang telah menyediakan uap dan listrik dengan biaya efisien dan andal untuk Blok Rokan selama lebih dari 20 tahun. Setelah masa transisi, PLN akan menyambungkan sistem kelistrikan Blok Rokan dengan sistem kelistrikan permanen dari regional Sumatra untuk menjamin keandalan energi di tambang minyak tersebut.

Cadangan daya yang dimiliki sistem kelistrikan Pulau Sumatra saat ini tercatat sebesar 2.808 MW, daya mampu sebesar 8.852 MW, dan beban puncak sebesar 6.044 MW. Listrik Sumatra dinilai sangat mencukupi untuk menyuplai Blok Rokan mulai tahun keempat dan seterusnya.

Wilayah kerja Rokan merupakan salah satu blok minyak terbesar di Indonesia dengan luas mencapai 6.220 kilometer (km) dan memiliki 96 lapangan dengan tiga lapangan memiliki potensi minyak melimpah, yakni Bekasap, Minas, dan Duri.

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril mengatakan, PLN menganggarkan dana Rp 11 triliun untuk menjamin keandalan sistem kelistrikan wilayah kerja migas di Blok Rokan.

"Dalam hitungan awal, kami mengalokasikan sekitar Rp 10,7 triliun sampai Rp 11 trilun untuk konstruksi dengan keandalan tinggi karena kami membangun dari dua sisi pasokan untuk menjamin keandalan listrik di Blok Rokan," kata Bob.

Bob tak memerinci peruntukan modal investasi yang dialokasikan perseroannya dalam menjamin keandalan listrik di Blok Rokan tersebut. Menurut dia, total dana itu sudah termasuk akuisi saham pembangkit listrik milik MCTN serta membangun transmisi yang akan terhubung dengan sistem kelistrikan regional Sumatra.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, wilayah kerja Rokan merupakan salah satu operasi migas yang strategis karena 25 persen produksi minyak nasional bersumber dari blok tersebut sehingga keandalan sistem kelistrikan di Blok Rokan akan memperkuat pengembangan migas nasional.

"Melalui akuisisi saham ini, PLN akan memastikan kelangsungan pasokan listrik tetap andal sehingga tidak akan memengaruhi produksi wilayah kerja Rokan,” ujar Arifin.

Blok Rokan yang berlokasi di Provinsi Riau memiliki peran strategis dalam industri migas dalam negeri dengan menyumbangkan produksi 24 persen terhadap produksi nasional.

Arifin berharap sistem kelistrikan yang dikelola PLN akan memberikan jaminan pasokan untuk kebutuhan listrik dan uap sehingga Pertamina bisa menjaga keberlanjutan produksi migas di Blok Rokan.[]


Sumber : Republika
Share on Google Plus

About PebisnisMuslim.com

PebisnisMuslim.com adalah situs informasi bisnis dan ekonomi Islam yang dikelola oleh Pebisnis Muslim Group.

0 komentar:

Posting Komentar