Produk Digital

UMKM Serap 97 Persen Tenaga Kerja



 JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung Usaha Kecil Menengah Mikro (UMKM) masuk ke dalam ekosistem digital. Hal tersebut dinilai dapat membantu UMKM meningkatkan pertumbuhan, sehingga pada akhirnya berdampak positif bagi perekonomian Indonesia. 

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso, mengatakan UMKM memiliki peranan yang penting bagi perekonomian. Kontribusi UMKM terhadap PDB Indonesia mencapai sebesar 60,51 persen. Selain itu, UMKM juga menyerap tenaga kerja hingga 97 persen dari total angkatan kerja nasional.

Di sisi lain, UMKM masih menghadapi sejumlah kendala untuk berkembang, mulai dari sisi akses pembiayaan, produksi, pengemasan hingga pemasaran. Wimboh berharap, berbagai platform digital yang ada sekarang imi bisa menjadi solusi atas permasalahan yang sering dihadapi UMKM tersebut. 

"Yang terpenting adalah bagaimana membawa UMKM masuk ke ekosistem pemasaran nasional dan global dengan menggunakan digital," kata Wimboh dalam acara Konferensi Pers Virtual: Bangkit Bersama GoTo Dukung Pemulihan Ekonomi Indonesia, Kamis (30/9). 

Wimboh mengakui, pandemi Covid-19 sempat membuat UMKM berada dalam tekanan. Namun, menyadari pentingnya peran UMKM, pemerintah senantiasa menjadikan UMKM prioritas dalam pemberian subsidi. Salah satu insentif yang diberikan pemerintah untuk UMKM selama pandemi yaitu subsidi bunga kredit usaha rakyat (KUR). 

Pemerintah telah melakukan beberapa kali perpanjangan subsidi bunga KUR hingga akhir 2021. Pemerintah juga menambah subsidi bunga KUR dari semula 6 persen menjadi 9 persen pada tahun ini. Sehingga, UMKM hanya membayar bunga KUR sekitar 3 persen saja dari yang biasanya mencapai 12 persen.  

Adapun pemerintah menganggarkan platform penyaluran KUR hingga Rp253 triliun pada tahun ini. Menurut Wimboh, platform penyaluran ini akan ditingkatkan oleh pemerintah untuk setiap tahunnya. 

Renovasi Sarinah rampung pada Maret 2022

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menargetkan wajah baru pusat perbelanjaan PT Sarinah (Persero) dapat selesai pada Maret 2022. Ia mengatakan, target peresmian Sarinah terpaksa mundur dari jadwal semula pada tahun ini karena pandemi Covid-19.

“Pengecekan kita lakukan terus-menerus. Saya sudah tiga kali, progres sangat bagus. Awalnya direncanakan awal Agustus (2021), tapi karena pandemi kita putuskan untuk buka pada Maret tahun depan,” kata Erick saat meninjau renovasi Sarinah bersama enam finalis program Girls Take Over di Gedung Sarinah, Jakarta, Selasa (28/9).

Erick mengatakan, Sarinah bukan hanya sekadar pusat perbelanjaan tertua di Indonesia, melainkan juga menyimpan relief bersejarah yang membuat Sarinah masuk dalam cagar budaya. Erick menegaskan, renovasi gedung tidak akan menghilangkan keberadaan relief Sarinah.

"Ini membuktikan sejarah itu tidak boleh dilupakan dan di sinilah Sarinah tetap menjadi bagian sejarah, tetapi dengan ekosistem dan bisnis model yang baru," ujar Erick.

Sarinah baru akan menampilkan kondisi yang sangat nyaman dan menarik untuk pengunjung. Ia juga mengatakan, Sarinah akan menjadi etalase bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta merek lokal berkualitas.

Erick berharap kehadiran Sarinah baru menjadi momentum kebangkitan brand lokal. Erick menilai generasi muda dan kreator dalam negeri memiliki kualitas yang luar biasa dalam menghasilkan karya.

"Kita harap semua merek lokal juga berkualitas ekspor ke depan. Sarinah beda dengan mal lain. Di sini mesti berbisnis, tapi ada keberpihakan kepada produk lokal," kata Erick menambahkan.

Erick juga akan menyinergikan kanal daring Sarinah. Ia ingin menyinergikan skema pemasaran produk-produk di Sarinah dengan sistem dagang online dan offline. Selain Dufry, Erick mengatakan, Sarinah juga menggandeng grup industrialis Omega Mexico.

Joint venture tersebut untuk memasarkan produk UMKM Indonesia ke pasar global. Erick mengatakan, nantinya akan ada 10 produk unggulan UMKM lokal di Sarinah yang akan dipasarkan di dunia.

Sebelumnya, Direktur Utama Sarinah Fetty Kwartati mengatakan, pandemi Covid-19 cukup menghambat proses renovasi gedung Sarinah. Pembukaan gedung Sarinah pun terpaksa mundur hingga awal tahun depan.

Fetty mengatakan, proses renovasi gedung yang berlokasi di Jalan M H Thamrin ini masih berlangsung. Ia berharap proses renovasi berjalan lancar sehingga siap untuk dioperasikan pada awal tahun depan.

Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, Sarinah akan menjadi ruang pamer bagi 100 persen produk lokal Indonesia. Dalam perubahan konsep tersebut, tentunya ada revitalisasi, perbaikan gedung, hingga manajemen Sarinah.

Proses renovasi keseluruhan gedung Sarinah telah dimulai sejak akhir Juli 2020 dan sedianya ditargetkan selesai pada November 2021. Prosesn pemugaran tersebut diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp 700 miliar.

Menurut keterangan di laman resminya, Sarinah resmi didirikan pada 17 Agustus 1962 dengan nama PT Department Store Indonesia dan resmi membuka pintunya kepada masyarakat pada 15 Agustus 1966.


Sumber : Republika
Share on Google Plus

About PebisnisMuslim.com

PebisnisMuslim.com adalah situs informasi bisnis dan ekonomi Islam yang dikelola oleh Pebisnis Muslim Group.

0 komentar:

Posting Komentar