Produk Digital

Ini UKM Local Hero di Lima Destinasi Superprioritas


  

MAGELANG -- Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-31 pada Sabtu, 13 November 2021, Adira Finance secara khusus menggelar Gebyar Adira Kreasi 2021. Acara yang digelar di Taman Lumbini, Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah itu berlangsung meriah, tidak hanya menghadirkan beragam hiburan dari artis ternama, namun juga peluncuran aplikasi adiraku 2.0 dan pengumuman pemenang Festival Kreatif Lokal 2021.

 Gebyar Adira Kreasi 2021 menjadi wujud rasa syukur dan apresiasi atas dukungan ekosistem Perusahaan, yaitu para pelanggan, mitra bisnis, pemerintah, dan masyarakat Indonesia serta para karywan yang telah percaya dan tumbuh bersama Adira Finance selama 31 tahun.

“Kami menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunia-Nya di mana Adira Finance tetap terus hadir melayani masyarakat Indonesia hingga lebih dari tiga dekade. menyediakan solusi keuangan untuk beragam kebutuhan,” kata Direktur Utama Adira Finance, Hafid Hadeli dalam rilisnya, Selasa (16/11).

Pada malam hari jadi Adira Finance, para pemenang award Festival Kreatif Lokal 2021 diumumkan. Mereka adalah 15 usaha kecil menengah (UKM) yang berhasil mengungguli lebih dari 200 pelaku usaha kreatif yang berasal dari bidang Fesyen, Kuliner, dan Kriya di lima Destinasi Super Prioritas, yakni Danau Toba, Sumatera Utara; Likupang, Sulawesi Utara; Mandalika, Nusa Tenggara Barat; Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur; serta di Candi Borobudur, Jawa Tengah.

Destinasi Super Prioritas Danau Toba:

1. Fesyen: Songket Tenun Medan

UKM yang dibangun Agustina Evayanti Sinaga ini menjual berbagai kain tenun khas Batak, seperti ulos, songket sadum semi sutra, tumtuman, serta bahan baju tenun.

2. Kuliner: CV. Andaliman Mangintir

UKM yang bergerak di kategori kuliner ini menyediakan beragam variasi produk menggunakan olahan andaliman, yang memang dikenal sebagai bumbu untuk makanan khas Batak. Marandus Sirait mengembangkan usahanya hingga kini menyediakan keripik pisang, keripik bawang, sik arsik, hingga berbagai kacang dengan bumbu andaliman.

3. Kriya: D'Saka Indonesia

UKM yang dibangun Susanto ini membuat beragam karya tangan dari bahan dasar serat kulit kelapa. Beberapa produk uniknya seperti replika pajangan, karya lukisan, sikat, sampai suvenir berbahan serat kulit kelapa. Selain membuka usaha, D'Saka Indonesia juga membuka pelatihan untuk membuat karya tangan dari serat kulit kelapa.

Destinasi Super Prioritas Likupang:

1. Fesyen: Zabay Collection

Menjadi usaha kreatif besutan Mariani Montu, UKM ini menyediakan berbagai pilihan produk kriya untuk dijadikan cinderamata khas Sulawesi Utara, mulai dari batik hingga kerajinan batok yang unik dan menarik.

2. Kuliner: Redo Coffee

UKM bidang kuliner yang didirikan Syahrial Ogi pada pertengahan 2019, berawal dari hobi ‘ngopi’ dan kecintaan sang pemilik pada kopi Sulawesi Utara. Redo Coffee tercetus setelah Ogi kesulitan menemukan kopi kampung halamannya saat merantau ke Jakarta, sehingga muncul ide untuk mengangkat kopi Sulawesi Utara, agar lebih dikenal di luar daerah.

3. Kriya: Yannie Handicraft

Merupakan usaha kreatif yang terbentuk sejak 2017, Tjahyani memfokuskan usahanya untuk menyediakan aksesoris kepada pelanggan perempuan. Usaha yang berawal dari hobi ini membuat aksesoris dari sisik ikan yang diambil dari tukang ikan di pasar tradisional.

Destinasi Super Prioritas Mandalika:

1. Fesyen: Allea Galeri Etnik Indonesia

UKM milik Mely Oktaviani ini menghasilkan karya busana anak negeri dari Lombok, Nusa Tenggara Barat. Allea Galeri Etnik Indonesia membuat beragam produk fesyen dari tenunan dan songket khas Lombok sejak 2012.

2. Kuliner: CV Tri Utami Jaya

CV. Tri Utami Jaya dikenal dengan brand Jamu SaSaMbodoM berdiri sejak 1993 dengan produksi jamu tradisional. Pada 2016, UKM milik Erwin Irawan ini mulai melakukan diversifikasi produk ke produk berbahan baku kelor seperti teh, kopi, kapsul, kosmetik dan makanan yang mencapai 10 jenis produk berbeda.

3. Kriya: Mutiara Lombok Waidah

UKM milik Tutu Ruwaidah ini memproduksi aneka ragam perhiasan berbahan baku mutiara di Nusa Tenggara Barat. Beberapa produk mereka termasuk kalung, bros, anting, sampai cincin. Saat ini, produk Mutiara Lombok Waidah  sudah dipasarkan ke luar negeri, terutama dengan tujuan ekspor ke Hongkong, Singapura, dan Malaysia.

Destinasi Super Prioritas Labuan Bajo:

1. Fesyen: Komodo Gift Shop

Maria Srikandi Mayangsari membuka Komodo Gift Shop dengan menawarkan beragam cinderamata khas, yang dapat menjadi oleh-oleh saat berkunjung ke Labuan Bajo. Beragam pernak-pernik karya fesyen yang ditawarkan UKM ini diklaim hasil karya asli Nusa Tenggara Timur, mulai dari tenun, baju, sepatu dari tenun, topi, serta beragam perhiasan dari mutiara ataupun dari bahan khas lainnya.

2. Kuliner: New Eden Moringa

UKM yang didirikan oleh Lieta Widiarti Isomartana ini berbasis di Flores. New Eden Moringa membuat beragam produk kuliner dengan bahan baku moringa. Mereka mengekstraknya menjadi bubuk sehingga dijadikan beragam produk kuliner seperti kopi latte, teh biru, garam laut, sampai turmeric latte.

3. Kriya: Tinung Rambu

UKM kategori kriya yang dibuat Stephanie Saing ini menyediakan ragam kain tenun asli produksi tangan dari Indonesia, terutama kain khas Sumba Timur, Sumba Barat, Buton. Kain itu dibentuk menjadi sepatu, tote, kaos, dan ragam koleksi yang dapat digunakan langsung maupun menjadi hiasan rumah tangga.

Destinasi Super Prioritas Borobudur:

1. Fesyen: Shiroshima Indonesia

Brand fashion yang didirikan pada 2019 dan berdomisili di Yogyakarta ini menjadikan batik sebagai pakaian ready to wear, dengan menggabungkan unsur tradisional dan modern kontemporer. Dian Nutri Justisia Shirokadt memilih mengembangkan berbagai motif batik yang sederhana agar terlihat lebih modern namun tetap memberikan kesan tradisional. Batiknya diproses dengan teknik batik tulis dan batik cap oleh pengrajin batik menggunakan malam, canting, dan plat tembaga.

2. Kuliner: CV. Sundoro Indonesia

Sundoro Indonesia menghadirkan bakmi khas Jogja dalam kemasan dengan beragam variasi, yakni bakmi goreng, bakmi rebus, bakmi godhog, serta bumbu praktis Sundoro. Meski menjadi makanan kemasan, Bintari Saptanti membuat bakmi Jogja Sundoro tanpa pewarna dan pengawet, bebas gula, low carbo, serta bebas MSG, agar mi yang dibuatnya tetap sehat.

3. Kriya: Naruna Ceramic

Roy Wibisono Anang Prabowo merintis usaha pembuatan cangkir keramik dengan mengusung brand Naruna Ceramic sejak Oktober 2019. Motif dan bentuk cangkir yang dihasilkan UKM ini dilakukan melalui proses riset, sehingga karakter yang muncul dapat menonjol dan menjadi ciri khas.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan ucapan selamat kepada para pemenang. “Saya berharap semangat #TumbuhBersamaSahabat di Festival Kreatif Lokal 2021 yang ingin disampaikan Adira Finance akan selalu melekat di diri kita sebagai insan pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia," kata Sandiaga.

Para UKM local hero pemenang Festival Kreatif Lokal 2021 mendapatkan hadiah senilai total ratusan juta Rupiah berupa tambahan modal usaha, asuransi senilai jutaan rupiah dari Zurich, dan eksposur di berbagai media nasional, baik cetak maupun online.

Tahun ini menjadi kedua kalinya, kolaborasi Adira Finance dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI dalam menyelenggarakan Festival Kreatif Lokal 2021. Acara ini digelar sebagai wujud dukungan Adira Finance terhadap kampanye nasional #BeliKreatifLokal dan Bangga Buatan Indonesia. 

Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian Adira Finance untuk selalu memberikan kontribusi terbaik kepada bangsa, sesuai visi ‘Menciptakan nilai bersama untuk meningkatkan kesejahteraan’.

“Tentunya, kami berharap, kolaborasi dengan berbagai elemen baik pemerintah maupun swasta dalam penyelenggaraan Festival Kreatif Lokal dapat terus berkelanjutan di masa mendatang,” kata Hafid Hadeli.


Sumber : Republika

Share on Google Plus

About PebisnisMuslim.com

PebisnisMuslim.com adalah situs informasi bisnis dan ekonomi Islam yang dikelola oleh Pebisnis Muslim Group.

0 komentar:

Posting Komentar