Muamalat Jadi Bank Operasional BPKH



JAKARTA -- Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) akan meningkatkan peran Bank Muamalat dalam ekosistem haji sebagai bank operasional. Anggota Badan Pelaksana BPKH Bidang Keuangan dan Manajemen Risiko Acep Riana Jayaprawira menyampaikan, sebagai lembaga pengelola dana haji, BPKH sangat membutuhkan peran bank.

"Kita belajar dari Tabung Haji Malaysia, mereka itu punya bank sendiri. Lembaga seperti BPKH kalau tidak punya bank itu repot," kata Acep dalam sebuah webinar, Kamis (20/1).

Ia mencontohkan, pengembangan produk akan memerlukan riset pasar. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memanfaatkan jaringan perbankan dan infrastrukturnya. Sebagai pengelola dana haji Indonesia, BPKH juga perlu hadir di berbagai penjuru Tanah Air. BPKH tidak memiliki cabang sehingga dengan memiliki bank syariah masyarakat bisa lebih dijangkau.

"Apalagi, Bank Muamalat ini juga bank dengan jumlah kuota jamaah haji terbanyak kedua setelah Bank Syariah Indonesia," katanya.

Seperti Tabung Haji Malaysia, BPKH berharap bisa memiliki anak usaha yang dapat mendukung operasional. BPKH juga banyak melakukan transaksi keuangan di luar negeri sehingga perlu bank skala nasional untuk mengelolanya. Ia berharap ke depannya Bank Muamalat juga bisa melebarkan jangkauan ke pasar internasional.

"Tentu, ini seiring dengan fokus BPKH juga untuk investasi di Bank Muamalat adalah murni bisnis untuk mendapatkan return dan nilai manfaat," ujarnya.

Acep mengatakan, investasi di Bank Muamalat sejak awal telah dinilai layak. Meski kinerja keuangannya sempat kurang baik, Bank Muamalat punya sejumlah keunggulan yang sesuai dengan visi dan misi BPKH.

Bank Muamalat akan fokus pada segmen ritel dan ekosistem Islam, khususnya haji dan umrah. Potensi dari ekosistem ini relatif besar dan Bank Muamalat berkomitmen melayani segmen tersebut seiring posisinya sebagai anak perusahaan BPKH. Permana mencontohkan, saat ini bahan baku katering jamaah haji lebih banyak dipasok oleh negara lain.

"Ternyata catering meals kita, lebih banyak ikan patinnya dipasok Vietnam, berasnya dari Thailand, padahal harusnya dari Indonesia. Belum lagi kebutuhan sandangnya, oleh-oleh, dan lainnya," katanya.

Bank Muamalat berkomitmen untuk mengoptimalkan kebutuhan di ekosistem ini dengan layanan perbankan. Hal itu mulai dari UMKM pada sektor haji-umrah, e-wallet untuk jamaah haji, kerja sama dengan lembaga keuangan syariah di Arab Saudi, dan potensi lain yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan haji dan umrah.

Akuisisi Bank Muamalat oleh BPKH diharapkan membawa efek beruntun pada pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah. Anggota Dewan Komisioner Badan Wakaf Indonesia (BWI), Irfan Syauqi Beik, menyampaikan, keberadaan BPKH sebagai pengelola dana yang besar diharapkan juga menjadi akselerator pengembangan ekosistem syariah.

"Dengan dananya yang besar itu, diharapkan ada multiplier effect pada pengembangan di sektor keuangan syariah. Tidak tertutup kemungkinan pada sektor-sektor lain juga, termasuk wakaf, mengingat Bank Muamalat juga adalah LKSPWU (Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang)," kata Irfan.

Irfan mengatakan, BPKH telah membawa sinyal perbaikan pada Bank Muamalat yang efeknya akan beruntun. Dengan pulihnya Bank Muamalat, bank syariah pertama di Indonesia itu bisa beroperasi dan memajukan keuangan syariah nasional. []

Sumber: Republika


 

Share on Google Plus

About PebisnisMuslim.com

Pebisnis Muslim News adalah situs informasi bisnis dan ekonomi Islam yang dikelola oleh Pebisnis Muslim Group.

0 komentar:

Posting Komentar