Uni Eropa Tanggapi Ancaman Meta Cabut Layanan Facebook dan Instagram

 


Pejabat Uni Eropa tidak mempermasalahkan ancaman Meta untuk mencabut layanan Facebook dan Instagram di Eropa.

Mereka menegaskan kalau perusahaan wajib mematuhi peraturan baru atau platform bakal dilarang di seluruh Eropa.

Robert Habeck selaku Menteri Ekonomi Jerman yang juga perwakilan Uni Eropa, mengaku bahwa dirinya telah hidup tanpa Facebook selama empat tahun terakhir.

Ia juga merasa hidupnya luar biasa selama tidak memakai Facebook.

"Uni Eropa adalah pasar internal yang besar dengan begitu banyak kekuatan ekonomi. Jika kami bersatu, kami tidak akan terintimidasi oleh hal tersebut (ancaman Meta)," kata Habeck, dikutip dari GSM Arena, Minggu (13/2/2022).

Pejabat Uni Eropa lain sekaligus Menteri Keuangan Prancis, Bruno Le Maire juga mengaku kalau hidupnya merasa baik-baik saja tanpa Facebook, begitu pula dengan masyarakat.

"Raksasa digital harus memahami bahwa Benua Eropa akan melawan dan menegaskan kedaulatannya," jelas Le Maire.

Sebelumnya, Meta lewat laporan keuangan perusahaan mengancam bakal menghapus semua layanannya di Eropa seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp.

Ancaman ini dikeluarkan lantaran perusahaan tidak setuju dengan peraturan baru yang dikeluarkan regulator Eropa.

Aturan ini disebutkan dapat berimbas ke operasi, aplikasi, dan pusat data yang dimiliki Meta.

"Jika kami dilarang berbagi data di antara produk dan layanan kami, itu dapat mempengaruhi kemampuan kami untuk menyediakan layanan kami," kata Meta, dikutip dari Tech Times, Senin (7/2/2022). []

Sumber: Suara.com

Share on Google Plus

About PebisnisMuslim.com

Pebisnis Muslim News adalah situs informasi bisnis dan ekonomi Islam yang dikelola oleh Pebisnis Muslim Group.

0 komentar:

Posting Komentar