majalahtabligh.com

Pendiri Twitter Jack Dorsey Gelontorkan Rp 100 M untuk Ukraina


 

Invasi Rusia ke Ukraina tampaknya menandai era baru di antara perusahaan dan bos Silicon Valley. Baru-baru ini, mantan CEO dan pendiri Twitter Jack Dorsey telah menunjukkan letak simpatinya. Dia baru saja memberikan sumbangan beberapa juta dolar untuk Ukraina.

Saat ini, Dorsey adalah CEO perusahaan layanan pembayaran Block. Melalui dana Start Small, LLC, dana sebesar USD7 juta (Rp100 miliar) ini didistribusikan pada 10 Maret ke CARE, World Central Kitchen, Sunflower of Peace, Razom, Mercy Corps, GlobalGiving dan ke Ukraine Nova. Masing-masing organisasi nirlaba menerima USD1 juta (Rp14,3 miliar), menurut situs pelacakan donasi Start Small, LLC.

"Nova Ukraina berterima kasih kepada Start Small untuk mendukung misi kami - membantu rakyat Ukraina. Karena situasi di lapangan di Ukraina berubah setiap hari, donasi ini memberi kami fleksibilitas untuk merespons dengan cepat dan memberikan bantuan kemanusiaan di tempat yang paling membutuhkan," kata juru bicara dalam sebuah pernyataan email.

Di situs webnya, mengutip The Street di Jakarta, Senin (21/3/22) Nova Ukraina menggambarkan dirinya sebagai organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Ukraina dan meningkatkan kesadaran tentang Ukraina di Amerika Serikat serta di seluruh dunia.

"Melalui sumbangan Anda yang murah hati, kami mendanai berbagai upaya untuk membantu rakyat Ukraina dan untuk memperkuat masyarakat demokratis Ukraina," kata Nova Ukraina.

"Kami melihat permintaan besar dari mitra lokal di lapangan yang dengan berani membantu mereka yang membutuhkan — tetangga ke tetangga dalam beberapa kasus," tambah CEO sementara GlobalGiving, Donna Callejon dalam sebuah pernyataan email.

"Para pemimpin lokal ini dan tim mereka sangat berkomitmen untuk komunitas mereka, dan kami berkomitmen untuk mendukung mereka di setiap langkah, dengan bantuan para donor dermawan di seluruh dunia.”

Adapun sumbangan dermawan Dorsey ini datang ketika Rusia membatasi akses ke Twitter.


Sumber : Republika

Share on Google Plus

About PebisnisMuslim.com

Pebisnis Muslim News adalah situs informasi bisnis dan ekonomi Islam yang dikelola oleh Pebisnis Muslim Group.

0 komentar:

Posting Komentar