728x90.id

Alfamart Buka Peluang Dukung Kejayaan UMKM Lokal


 

JAKARTA -- Tersebutlah makanan ringan bernama kacang goyang, makanan khas dari daerah utara Pulau Sulawesi dan hanya bisa ditemui di sana. Konon pada zaman dahulu kacang goyang adalah kudapan favorit raja dan para bangsawan. Tingkat kesulitan dan proses lama untuk memasak kacang goyang membuat makana ini hanya bisa dinikmati kaum saat itu.

Seiring berjalannya waktu, kacang goyang digunakan sebagai suguhan oleh masyarakat pada momen spesial seperti pesta pernikahan dan perayaan hari besar. Namun Zainul Armyn Lantong punya pandangan berbeda. Menurut pelaku UMKM dari Kota Kotamobagu, Provinsi Sulawesi Utara itu, kacang goyang harusnya bisa lebih mudah dinikmati.

“Kacang goyang seharusnya bisa dinikmati bukan hanya pada saat momen tertentu saja, melainkan setiap saat,” terangnya.

Ia pun merintis usaha. Melalui UD Totabuan, Zainul memproduksi Kacang Goyang Cap Maleo yang dijual di toko oleh-oleh pertama dan satu-satunya yang ada di Kotamobagu yang notabene miliknya sendiri.

Menyadari potensi makanan khas Kotamobagu itu dan salah satu cara melestarikannya, ia memberanikan diri untuk mencoba memasarkan kacang goyangnya di jaringan ritel modern. “Saat Alfamart mulai membuka gerai di Kotamobagu sekitar tahun 2017, kami coba untuk bisa dipasarkan di sana. Alfamart memberi masukan agar kami perbaiki kemasan agar menarik konsumen,” tuturnya.

Dia pun kemudian mengikuti saran yang diberikan. Perlahan tapi pasti penjualan produknya semakin meningkat karena masyarakat mulai mengetahui produknya tersedia Alfamart. Zainul bersama 30 karyawannya setiap hari bisa memproduksi 150 kg kacang goyang.

Setelah dapat memenuhi pasokan di sembilan gerai di Kota Kotamobagu, penjualan produknya terus meningkat. Hingga saat ini Kacang Goyang Cap Maleo dapat ditemui di 57 gerai Alfamart di Bolaang Mongondow Raya. “Saya punya cita-cita Kacang Goyang Cap Maleo bisa mengisi seluruh Alfamart Provinsi Sulawesi Utara bahkan nasional. Karena untuk itu saya siap,” ujarnya.

Dari Zainul Armyn Lantong di Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara mari bergeser ke hampir sejauh 4000 km ke Kota Jambi. Di kota ini, Kasri Jawarni juga sibuk membuat makanan ringan khas Kota Jambi yakni kripik tusuk gigi.

Dibantu enam orang karyawannya, ia memproduksi sekitar 100 kg kripik tusuk gigi dalam satu harinya. “Kripik ini sebagian besar kami kirim ke gerai-gerai Alfamart,” terangnya.

Kasri Jawarni adalah salah satu pelaku UMKM yang memproduksi makananan khas Jambi untuk toko oleh-oleh dan tanda mata dengan merk produk Aulia Snack. Kembali pada tahun 2020, Kasri mencoba mengajukan kerja sama agar kripik buatannya bisa masuk ke Alfamart Cabang Jambi.

“Saya coba untuk tawarkan produk bikinan saya ini dengan membawa beberapa sampel dan surat-surat kelengkapan UMKM waktu itu,” jelasnya.

Dari situ perjalanan Kripik Tusuk Gigi Aulia Snack di Alfamart dimulai. Kripik buatannya mulai dipasarkan di beberapa toko Alfamart di Kota Jambi. Karena konsumen merespons dengan baik, jumlah toko Alfamart yang menjual produknya pun terus bertambah.

“Kripik tusuk gigi Aulia Snack rasanya gurih dan tekstur renyah, saya biasa beli di Alfamart,” kata Rina, konsumen Alfamart yang sering menghidangkan snack Aulia untuk acara kumpul keluarga.

Kini Kripik Tusuk Gigi buatan Kasri dan karyawannya sudah dipasarkan di 100 gerai Alfamart di Provinsi Jambi.

Alfamart adalah ritel modern yang mendukung potensi UMKM agar bisa terus berkembang. Salah satunya dengan memberikan kesempatan produk UMKM dipasarkan di jaringannya.

Corporate Communication GM Alfamart Nur Rachman menjelaskan produk khas sudah pasti menjadi primadona daerah setempat. "Kami ingin ikut ambil peran mendukung berkembangnya UMKM dengan bidang kemampuan kita yaitu toko berjejaring," katanya.

Menurutnya Nur Rachman, produk lokal bisa makin dikenal tidak hanya sebatas di toko-toko tertentu seperti toko oleh-oleh saja. Produk yang sudah dikenal dan digabungkan dengan kualitas produk yang baik tentu berbanding lurus terhadap penjualan yang akhirnya bisa memajukan UMKM.

“Kami terbuka terhadap produk UMKM selama memenuhi izin yang ditetapkan pemerintah, mengikuti prosedur perusahaan, dan produknya sendiri mempunyai kualitas baik,” terangnya.


Sumber: Republika

Share on Google Plus

About PebisnisMuslim.com

Pebisnis Muslim News adalah situs informasi bisnis dan ekonomi Islam yang dikelola oleh Pebisnis Muslim Group.

0 komentar:

Posting Komentar