728x90.id

KNEKS: Rights Issue akan Perkuat BSI



JAKARTA — Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) menyambut positif rencana PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) untuk melakukan rights issue. Plt Direktur Eksekutif KNEKS Taufik Hidayat mengatakan, BSI akan mendapatkan sumber dana jangka panjang dari pasar modal melalui aksi korporasi tersebut.

Selain memperkuat kekuatan modal perseroan, hal itu juga dapat mendukung pengembangan ekonomi syariah Indonesia. "Cost of financing bisa ditekan serta bisa memberikan pendanaan di sektor ekonomi syariah secara lebih luas," ujar Taufik kepada //Republika//, Kamis (18/8).

Taufik mengatakan, rights issue BSI juga dapat meningkatkan jumlah saham beredar BSI di pasar modal. Transaksi saham BSI ke depan bisa lebih likuid dan diharapkan masuk ke dalam Jakarta Islamic Index (JII).

"Diharapkan menjadi pilihan menarik bagi investor syariah," ujarnya.

Dampak positif selanjutnya, yaitu meningkatkan persentase saham perseroan yang dapat dimiliki publik dari posisi sekarang sebesar 5,46 persen menjadi 7,5 persen. Hal itu akan memenuhi ketentuan saham free float bagi perusahaan tercatat di bursa.

Selain itu, rights issue juga akan meningkatkan kapitalisasi pasar BSI yang saat ini di angka Rp 66 triliun menjadi Rp 69 triliun. Taufik mengatakan, melalui aksi korporasi tersebut, BSI dapat mempertahankan posisinya sebagai salah satu emiten dengan kapitalisasi pasar besar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

BSI telah mengumumkan rencana aksi korporasi penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu I (PMHMETD I) atau rights issue pada kuartal IV 2022. BSI akan menerbitkan sebanyak-banyaknya enam miliar saham seri B perseroan dengan nilai nominal Rp 500 per saham baru.

Direktur Finance and Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho mengatakan, saham baru tersebut akan diterbitkan dari portepel perseroan dan akan dicatatkan di BEI sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. "Aksi korporasi rights issue ini dilakukan perseroan untuk mendukung ekspansi pertumbuhan BSI secara organik maupun anorganik," katanya.

BSI akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 23 September 2022 untuk meminta persetujuan rencana rights issue tersebut. Harga pelaksanaan dan jumlah final atas saham baru yang diterbitkan akan diungkapkan dalam prospektus yang akan diterbitkan selanjutnya.

Cahyo menegaskan, seluruh dana yang diterima dari PMHMETD I, setelah dikurangi dengan biaya-biaya dan pengeluaran-pengeluaran terkait emisi saham baru, akan digunakan BSI untuk penyaluran pembiayaan dalam mendukung pertumbuhan bisnis perseroan. Dengan rencana rights issue ini, BSI diharapkan akan memiliki kecukupan modal yang baik.

Dengan rencana ini, rasio kecukupan modal (CAR) dapat tetap terjaga di kisaran 20 persen dan penambahan probabilitas yang optimal bagi pemegang saham. Return on equity (ROE) diproyeksi di atas 20 persen dalam waktu menengah hingga jangka panjang.

Pengamat ekonomi syariah dari IPB University, Irfan Syauqi Beik, berharap, rights issue BSI akan semakin memperkuat permodalan perseroan. Dengan demikian, BSI juga bisa semakin kuat dalam meningkatkan kinerja.

"Kalau performa BSI semakin naik, tentu ini akan berdampak positif terhadap keseluruhan industri perbankan syariah. Tentu, pada akhirnya ekonomi syariah akan semakin berkembang," ujar Irfan.

Menurut Irfan, penguatan permodalan BSI akan lebih berdampak apabila diikuti dengan upaya mengintegrasikan ekosistem ekonomi syariah. Hal itu baik untuk sektor riil atau industri halal maupun keuangan sosial syariah, seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ziswaf).

"Saya yakin ini akan berdampak baik dan akan terbangun ekosistem ekonomi syariah yang semakin kuat," ujar Irfan.


Sumber: Republika 

Share on Google Plus

About PebisnisMuslim.com

Pebisnis Muslim News adalah situs informasi bisnis dan ekonomi Islam yang dikelola oleh Pebisnis Muslim Group.

0 komentar:

Posting Komentar