728x90.id

Pemerintah Kantongi Rp 19,2 Triliun dari Lelang 7 Seri Surat Utang Negara



Pemerintah berhasil meraih dana sebesar Rp 19,2 triliun dari hasil lelang tujuh seri Surat Utang Negara (SUN), Selasa (3/1). Total penawaran yang masuk mencapai Rp 28,31 triliun.

Berdasarkan keterangan resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (DJPPR Kemenkeu), terdapat tujuh seri SUN yang dilelang yaitu SPN03230405, SPN12240104, FR0095, FR0096, FR0098, FR0097, FR0089.
 
Seri SPN03230405 mendapatkan penawaran masuk sebesar Rp 4,37 triliun, dengan jumlah nominal yang dimenangkan Rp 1 triliun. Seri ini memiliki tingkat kupon diskonto dan tanggal jatuh temponya adalah 5 April 2023.
 
Seri SPN12240104 mendapatkan penawaran masuk sebesar Rp 3,05 triliun, dengan jumlah nominal yang dimenangkan Rp 2,5 triliun. Seri ini memiliki tingkat kupon diskonto dan tanggal jatuh temponya adalah 4 Januari 2024.
 
Selanjutnya ada seri FR0095 mendapatkan penawaran masuk sebesar Rp 6,49 triliun, dengan jumlah nominal yang dimenangkan Rp 3,65 triliun. Seri ini memiliki tingkat kupon 6,375 persen dan tanggal jatuh temponya adalah 15 Agustus 2028.
 
Seri FR0096 mendapatkan penawaran masuk sebesar Rp 9,48 triliun, dengan jumlah nominal yang dimenangkan Rp 8,1 triliun. Seri ini memiliki tingkat kupon 7 persen dan tanggal jatuh temponya adalah 15 Februari 2033.
 
Seri FR0098 mendapatkan penawaran masuk sebesar Rp 2,61 triliun, dengan jumlah nominal yang dimenangkan Rp 2 triliun. Seri ini memiliki tingkat kupon 7,125 persen dan tanggal jatuh temponya adalah 15 Juni 2038.
 
Kemudian seri FR0097 mendapatkan penawaran masuk sebesar Rp 1,43 triliun, dengan jumlah nominal yang dimenangkan Rp 1,15 triliun. Seri ini memiliki tingkat kupon 7,125 persen dan tanggal jatuh temponya adalah 15 Juni 2043.
 
Terakhir ada seri FR0089 mendapatkan penawaran masuk sebesar Rp 869 miliar, dengan jumlah nominal yang dimenangkan Rp 800 miliar. Seri ini memiliki tingkat kupon 6,875 persen dan tanggal jatuh temponya adalah 15 Agustus 2051.
 
Lebih lanjut, Direktur SUN Kementerian Keuangan Deni Ridwan mengungkapkan, pemerintah telah melakukan lelang perdana di tahun 2023. Menurut dia, investor sangat antusias pada lelang SUN perdana di 2023
 
"Tercermin dari naiknya incoming bids dari lelang sebelumnya Rp 27,66 triliun menjadi Rp 28,32 dari target indikatif sebesar Rp 23,0 triliun. Dengan demikian, bid to cover ratio pada lelang hari ini sebesar 1,48 kali. Investor masih mencermati perkembangan kondisi pasar baik global maupun domestik ke depan," kata Deni dalam keterangan tertulis yang diterima kumparan, Kamis (4/1).
 
Deni menjelaskan, seri SUN tenor 5 dan 10 tahun kembali mendominasi demand investor pada lelang hari ini, dengan jumlah incoming bids dan awarded bids masing-masing sebesar 56,42 persen dari total incoming bids dan 61,0 persen dari total awarded bids. Selain itu, incoming bids terbesar pada tenor 10 tahun yaitu Rp 9,48 triliun atau 33,48 persen dari total incoming bids dan dimenangkan sebesar Rp 8,1 triliun.
 
Pada lelang perdana di 2023 minat investor asing sebesar Rp 4,31 triliun. Jumlah incoming bids dari investor non residen mayoritas masih pada seri SUN tenor panjang (lebih dari 10 tahun) yaitu Rp 3,18 triliun atau 79,3 persen dari total incoming bids investor asing dan dimenangkan sebesar Rp 3, 04 triliun atau 15,8 persen dari total awarded bids.

"WAY pada lelang SUN hari ini hari ini secara umum sangat kompetitif apabila dibandingkan dengan level WAY lelang sebelumnya. Perubahan tingkat yield pada lelang kali ini tercatat beragam, dengan SUN tenor 5 dan 10 tahun mengalami kenaikan masing-masing sebesar 10 dan 5 bps. Sementara untuk SUN tenor 15, 20 dan 30 tahun terdapat penurunan yield sebesar 1 s.d. 3 bps," terang dia.
 
Dengan mempertimbangkan yield SBN yang wajar di pasar sekunder dan rencana kebutuhan pembiayaan tahun 2023, lanjut Deni, pemerintah memutuskan untuk memenangkan permintaan sebesar Rp 19,2 triliun. Pemerintah dalam penerbitan SBN akan selalu mempertimbangkan kondisi pasar keuangan, kebutuhan pembiayaan dan kondisi kas negara sehingga penerbitan yang dilakukan dapat sesuai dengan kebutuhan, pada window yang tepat dan memperoleh biaya yang paling optimal dengan risiko yang terukur.
 
"Sesuai dengan kalender penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) tahun 2023, lelang penerbitan SUN selanjutnya akan dilaksanakan pada tanggal 17 Januari 2023," pungkasnya. []
 
Sumber: Kumparan
 
Share on Google Plus

About PebisnisMuslim.com

Pebisnis Muslim News adalah situs informasi bisnis dan ekonomi Islam yang dikelola oleh Pebisnis Muslim Group.

0 komentar:

Posting Komentar