Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan pertemuan dengan perwakilan lembaga pemeringkat global Standard & Poor's (S&P) di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah menegaskan bahwa ekonomi Indonesia tetap berada dalam kondisi relatif stabil meski menghadapi berbagai tantangan global seperti tensi geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, hingga gangguan rantai pasok internasional.
Pemerintah menyampaikan bahwa stabilitas ekonomi nasional ditopang oleh kebijakan fiskal dan moneter yang terukur, konsumsi domestik yang tetap kuat, serta kinerja sektor eksternal yang terus membaik. Airlangga juga menekankan bahwa inflasi masih terkendali, investasi terus tumbuh positif, dan program hilirisasi mulai memberikan dampak nyata terhadap peningkatan nilai tambah industri nasional. Selain itu, pemerintah terus mendorong percepatan hilirisasi, penguatan ketahanan energi dan pangan, serta peningkatan daya saing industri sebagai bagian dari transformasi ekonomi jangka panjang. Melalui dialog dengan S&P, pemerintah optimistis Indonesia mampu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mempertahankan prospek pertumbuhan yang positif ke depan.
Dalam pertemuan tersebut, menurut Airlangga, pemerintah menyampaikan
bahwa stabilitas ekonomi nasional didukung oleh kebijakan fiskal dan
moneter yang terukur, konsumsi domestik yang tetap kuat, serta kinerja
sektor eksternal yang terus membaik.
"Inflasi tetap terkendali, investasi terus tumbuh positif, dan program
hilirisasi mulai memberikan dampak nyata terhadap peningkatan nilai
tambah industri nasional," tegasnya.
Pemerintah juga terus mendorong berbagai langkah strategis untuk menjaga
momentum pertumbuhan ekonomi, termasuk percepatan proyek hilirisasi,
penguatan ketahanan energi dan pangan, serta peningkatan daya saing
industri nasional. []
Sumber: CNBC Indonesia







0 komentar:
Posting Komentar