Jakarta — Di tengah tekanan besar yang menghantam pasar saham domestik, investor asing ternyata masih memborong sejumlah saham tertentu pada perdagangan Rabu (3/6/2026). Meski secara keseluruhan asing masih membukukan jual bersih jumbo, sejumlah saham justru menjadi incaran.
Data perdagangan menunjukkan investor asing masih mencatatkan net foreign sell sebesar Rp993,2 miliar di seluruh pasar. Namun, terdapat sejumlah saham yang berhasil mencatatkan pembelian bersih asing (net buy) cukup besar.
Saham sektor komoditas, perbankan, hingga emiten konglomerasi tercatat menjadi tujuan akumulasi asing di tengah gejolak pasar.
Berikut daftar 10 saham dengan net buy asing terbesar pada perdagangan kemarin:
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp240,4 miliar
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp112,1 miliar
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp103,1 miliar
PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Rp95,4 miliar
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp84,5 miliar
PT Darma Henwa Tbk (DEWA) Rp74,7 miliar
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp72,1 miliar
PT Timah Tbk (TINS) Rp70,8 miliar
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp65,9 miliar
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) Rp49,4 miliar
Meski terdapat aksi beli pada sejumlah saham, tekanan di pasar domestik masih sangat besar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memangkas sebagian koreksinya, tetapi masih ditutup anjlok 4,11% atau turun 254,36 poin ke level 5.941,07 pada perdagangan kemarin.
Sebanyak 726 saham atau sekitar 75% emiten berada di zona merah. Sementara itu, hanya 75 saham menguat dan 158 saham stagnan.
Nilai transaksi mencapai Rp24,96 triliun dengan volume perdagangan mencapai 35,83 miliar saham dalam 2,71 juta kali transaksi. Sementara kapitalisasi pasar merosot menjadi Rp10.455 triliun.
Mengutip Refinitiv, sektor bahan baku dan kesehatan menjadi dua sektor yang terkoreksi paling dalam, masing-masing turun 9,23% dan 6,37%. Di tengah tekanan tersebut, aksi akumulasi asing pada saham-saham tertentu menjadi perhatian pelaku pasar karena terjadi saat mayoritas pasar sedang berada dalam tekanan jual besar.
Sumber: CNBC






0 komentar:
Posting Komentar