majalahtabligh.com

Warga Jakarta Makin Gemar Cicil Emas di Tengah Ketidakpastian Ekonomi



JAKARTA -- Minat masyarakat membeli emas dengan skema pembiayaan terus meningkat di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi pasar keuangan. Bank Mega Syariah (BMS) mencatat Jakarta menjadi daerah dengan kontribusi terbesar terhadap pembiayaan emas Flexi Gold sepanjang Januari-Mei 2026.

Hingga Mei 2026, pembiayaan Flexi Gold secara nasional telah menembus lebih dari Rp 43 miliar. Nilai tersebut melonjak sekitar 1.688 persen dibandingkan realisasi sepanjang 2025 yang sebesar Rp 2,42 miliar.

Data Bank Mega Syariah menunjukkan Jakarta menyumbang 36,6 persen dari total pembiayaan Flexi Gold nasional. Digital Business and Product Management Division Head Bank Mega Syariah Benadicto A. Ferary mengatakan, tren tersebut menunjukkan masyarakat semakin memandang emas bukan sekadar perhiasan, melainkan bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang.

“Emas memiliki karakteristik yang relatif stabil dalam jangka panjang dan menjadi salah satu instrumen yang dipertimbangkan masyarakat untuk diversifikasi portofolio,” kata Benadicto dalam keterangan resmi, Senin (8/6/2026).

Menurut dia, meningkatnya minat terhadap emas juga sejalan dengan tren global. Sejumlah lembaga keuangan internasional masih melihat potensi penguatan harga emas dalam jangka menengah hingga panjang, meski pergerakannya diperkirakan tetap berfluktuasi akibat perkembangan geopolitik dunia.

Selain Jakarta, pertumbuhan pembiayaan emas juga melonjak di sejumlah daerah. Jawa Tengah dan Jawa Timur menjadi wilayah dengan kenaikan paling agresif sepanjang tahun berjalan, dengan pertumbuhan mencapai lebih dari 21 ribu persen dibandingkan periode sebelumnya.

Benadicto menekankan, melalui produk Flexi Gold, nasabah dapat membeli emas dengan pembiayaan berbasis syariah. Produk tersebut menyediakan pilihan gramasi mulai dari 5 gram hingga 100 gram dengan uang muka mulai 10 persen dari nilai pembiayaan.


Update Harga Emas

Sebelumnya, harga emas Antam yang dipantau melalui laman Logam Mulia pada Senin (8/6/2026) pukul 08.37 WIB naik Rp 5.000 menjadi Rp 2.743.000 per gram dari sebelumnya Rp 2.738.000 per gram. Harga beli kembali (buyback) juga naik menjadi Rp 2.540.000 per gram.

Harga emas Antam sewaktu-waktu dapat berubah.

Transaksi penjualan emas dikenakan potongan pajak sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017 untuk seluruh jenis emas, mulai dari gramasi 1 gram hingga 1.000 gram (1 kilogram).

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nilai lebih dari Rp 10 juta dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen bagi non-NPWP.

PPh Pasal 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

Berikut harga emas batangan Antam terbaru yang tercatat di laman Logam Mulia:


Harga emas 0,5 gram: Rp 1.421.500

Harga emas 1 gram: Rp 2.743.000

Harga emas 2 gram: Rp 5.426.000

Harga emas 3 gram: Rp 8.114.000

Harga emas 5 gram: Rp 13.490.000

Harga emas 10 gram: Rp 26.925.000

Harga emas 25 gram: Rp 67.187.000

Harga emas 50 gram: Rp 134.295.000

Harga emas 100 gram: Rp 268.512.000

Harga emas 250 gram: Rp 671.015.000

Harga emas 500 gram: Rp 1.341.820.000

Harga emas 1.000 gram: Rp 2.683.600.000

Potongan pajak pembelian emas sesuai PMK Nomor 34/PMK.10/2017 dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen bagi non-NPWP. Setiap pembelian emas batangan disertai bukti potong PPh Pasal 22.


Sumber: Republika

Share on Google Plus

About PebisnisMuslim.com

Pebisnis Muslim News adalah situs informasi bisnis dan ekonomi Islam yang dikelola oleh Pebisnis Muslim Group.

0 komentar:

Posting Komentar