Produk Digital

Kroasia Bersiap Gunakan Mata Uang Euro


ZAGREB
-- Kroasia telah diberi lampu hijau untuk mulai mencetak koin euro sebelum masuk ke mata uang tunggal Eropa tersebut. Akan tetapi, petinggi Zona Euro di Brussels telah mengatakan kepada negara Balkan tersebut bahwa target waktu yang ditetapkan terlalu ambisius.

Wakil Presiden Komisi Eropa Valdis Dombrovskis, yang juga bertanggung jawab untuk memperdalam Uni Ekonomi dan Moneter dan memperkuat peran internasional Euro, mengatakan bahwa negara Balkan tersebut harus memenuhi semua kriteria. Ia memuji pihak berwenang Kroasia atas kemauan politik mereka yang kuat untuk memperkenalkan euro pada awal tahun 2023. 

"Dan terlepas dari hambatan dan kemunduran besar yang diderita negara itu, Komisi Eropa akan mendukung Kroasia dalam upayanya untuk memenuhi garis waktu ini. Itu hanya akan mungkin tercapai jika Kroasia memenuhi semua kriteria konvergensi," ujar Dombrovskis dilansir di Euronews, Selasa (14/9).

Kroasia harus mengontrol inflasi, membuktikan keuangan publik yang stabil, mengelompokkan mata uang yang ada ke Euro selama dua tahun, dan memenuhi target ketat pada suku bunga jangka panjang.

Ekonomi Kroasia hanya terbesar ke-22 dari 27 negara anggota UE, 55 kali lebih kecil dari Jerman. 

Tetapi Daniel Gros, Direktur Emeritus di Pusat Studi Kebijakan Eropa, sebuah wadah pemikir yang berbasis di Brussels mengatakan ini lebih merupakan langkah politik daripada ekonomi. Hal ini karena secara ekonomi hampir tidak berarti apa-apa karena Kroasia hanyalah tambahan yang sangat kecil bagi ekonomi kawasan euro. 

"Secara politis itu lebih penting karena menunjukkan bahwa euro tetap menarik. Negara-negara ingin bergabung ketika mereka bisa meskipun kondisinya sekarang lebih ketat, lebih parah dari sebelumnya," ujar Gros.

Sektor ekonomi dominan Kroasia adalah pariwisata, dan memasuki Zona Euro sangat bermanfaat bagi negara-negara tersebut. 


Sebuah studi baru-baru ini oleh Bank Nasional Kroasia menunjukkan, dukungan untuk bergabung dengan Euro di antara penduduk telah meningkat dari 41 persen menjadi 45 persen pada tahun lalu. Untuk bergabung dengan Euro, negara-negara harus memenuhi empat kriteria di atas.[]


Sumber: Republika

Share on Google Plus

About PebisnisMuslim.com

PebisnisMuslim.com adalah situs informasi bisnis dan ekonomi Islam yang dikelola oleh Pebisnis Muslim Group.

0 komentar:

Posting Komentar