Diisukan Bakal Akuisisi DANA, Ini Kata Smartfren

 


Belakangan ini beredar isu akan adanya akuisisi startup teknologi finansial (fintech) pembayaran DANA dari Elang Mahkota Teknologi (Emtek) oleh perusahaan telekomunikasi Smartfren.

Menurut pihak Smartfren sendiri, potensi pasar uang elektronik memang besar. Namun, Presiden Direktur Smartfren, Merza Fachys, belum mau buka suara soal kabar dan progres akuisisi DANA.

“Ini karena belum ada satu pengumuman resmi dari pemegang saham,” ucapnya, dikutip dari Katadata.co.id, Jumat (4/2/2022). 

Meski demikian, ia mengakui bahwa sektor yang digarap oleh DANA memang potensial.

“Kami melihat, uang elektronik mempunyai jalur pemanfaatan di sekitarnya,” jelasnya.

Menurut catatan Bank Indonesia (BI), per Desember 2021 lalu, nilai transaksi melalui uang elektronik menyentuh angka Rp35,10 triliun. Angka itu meningkat 58,6% ketimbang periode sama pada tahun sebelumnya.

Bahkan, transaksi uang elektronik di fintech pembayaran, seperti DANA dan OVO, telah mengalahkan perbankan sejak tahun 2019 silam. Adapun pangsa pasar OVO senilai 20% dan mengalahkan Bank Mandiri pada tahun tersebut. Di sisi lain, transaksi DANA sama dengan Bank BCA, yaitu pada angka 10%.

Disampaikan Merza, potensi uang elektronik ini dapat disinergikan dengan Smartfren karena setiap aksi korporasi yang melibatkan startup, seperti DANA ini, punya tujuan untuk memperkuat ekosistem.

“Jadi, pasti ada korelasi saat Smartfren ambil DANA. Kami mengambil hulunya, hilirnya harus diciptakan,” sebutnya.

Terlebih lagi, Smartfren dan DANA memang gencar berkolaborasi sejak tahun lalu. Bahkan, perusahaan ini meluncurkan kartu perdana khusus yang terintegrasi dengan aplikasi DANA.

“Pelanggan juga bisa mendapatkan paket secara non-tunai (cashless) melalui aplikasi DANA,” tutur Deputy CEO Smartfren, Djoko Tata Ibrahim, pada tahun lalu.

Kabar mengenai perusahaannya akan diakuisisi oleh Smartfren ini juga enggan dikomentari banyak oleh VP of Communications DANA, Putri Dianita.

“Saat ini DANA akan tetap berfokus mengembangkan teknologi yang menjadi jembatan bagi masyarakat Indonesia menuju transformasi keuangan digital yang semakin inklusif,” tuturnya, baru-baru ini.

Adapun Emtek pada tahun lalu disebut bakal melepas kepemilikan saham di DANA, dengan alasan bahwa anak usaha Grup Sinar Mas itu pun memiliki OVO. Saat ini, Emtek mengantongi 49% saham di Elang Andalan Nusantara (EAN), yang merupakan induk dari DANA dan Doku.

Bukan hanya Emtek, Alibaba pun punya 45% saham EAN melalui anak usaha API Investment Limited. Meski demikian, Emtek dan Grab pun berinvestasi di OVO. Bahkan, sempat juga beredar isu bahwa OVO bakal merger dengan DANA. []

Sumber: Dunia Fintech

Share on Google Plus

About PebisnisMuslim.com

Pebisnis Muslim News adalah situs informasi bisnis dan ekonomi Islam yang dikelola oleh Pebisnis Muslim Group.

0 komentar:

Posting Komentar