majalahtabligh.com

Penting bagi Pelaku Bisnis, Ini 5 Tren Konsumen di Tahun 2022

 


Tren konsumen di tahun 2022 sangat penting diketahui oleh pelaku bisnis maupun UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) untuk mengetahui bagaimana mereka ingin berbelanja. Sebagaimana dalam konferensi Federasi Ritel Nasional 2022, dikatakan bahwa memahami pelanggan dan mengetahui bagaimana mereka ingin berbelanja menjadi hal yang sangat penting. 

Dalam pembahasan tersebut, hal-hal seperti “Didorong oleh pelanggan”, “berpusat pada pelanggan” dan “Berfokus pada pelanggan” menjadi kunci sukses dalam berbisnis. John Furner, Presiden dan CEO dari Walmart, menjelaskan bahwa pelanggan harus menjadi titik pusat dari semua yang perlu dilakukan di dalam industri ini. Namun, untuk mengetahui apa yang diinginkan oleh para pelanggan sudah cukup menjadi hal yang sulit dilakukan, terutama di masa kini.

Lantas, apa saja tren konsumen di tahun 2022 yang perlu diketahui oleh pebisnis maupun UMKM? Simak selengkapnya dalam artikel berikut ini.

5 Tren Konsumen di Tahun 2022

Seperti dilangsir dari uschamber.com, berikut ini merupakan perubahan yang terjadi dalam sentimen konsumen yang ditanggapi oleh para pemimpin-pemimpin ritel, antara lain:

1. Perbedaan Konsumen dalam Mendefinisikan Belanja yang Aman

Dikarenakan saat ini masih berada di dalam masa pandemi, lalu apa yang terasa seperti berbelanja aman bagi satu konsumen mungkin sangat berbeda bagi konsumen lainnya. Hal inilah yang menjadi hal penting untuk menawarkan pilihan kepada mereka, seperti pembelian online, mengambil di toko, pengiriman dan lain-lainnya.

Contohnya, Best Buy yang berencana untuk terus menawarkan berbagai pilihan pengambilan dan pengiriman di tepi jalan, serta pilihan belanja virtual tanpa batas untuk membantu para pelanggannya agar merasa lebih aman.

2. Konsumen Menyukai Teknologi

Pandemi COVID-19 ini telah menunjukan bahwa konsumen akan dengan cepat mengadopsi teknologi baru, terutama dalam hal yang membuat hidup mereka menjadi lebih mudah. Konsumen akan semakin mengatakan bahwa mereka terus mengandalkan teknologi untuk pembelian dan aktivitas sehari-hari. 

Dalam konferensi retail, agen komunikasi pemasaran global Wunderman, Thomson, menemukan bahwa 93 persen konsumen mengatakan bahwa teknologi adalah masa depan. Kemudian, dia juga menjelaskan bahwa sebesar 76 persen kehidupan kita sehari-hari bergantung dengan teknologi, dan 81 persen percaya bahwa kehadiran merek digital sama pentingnya sesuai kehadirannya di toko. 

Contohnya, merek seperti Ralph Lauren yang merangkul teknologi terbaru dengan memasarkan mode mereka di metaverse.

3. Berbelanja secara Hybrid

Hingga kini, omnichannel telah berkembang mencakup dengan banyak titik konsumen, dan pihak retail harus terus memberikan pengalaman yang konsisten dengan semuanya. 

Menurut sebuah studi oleh Institut Nilai Bisnis IBM dan Federasi Ritel Nasional, kehadiran toko offline masih menjadi penting dengan sebesar 72 persen konsumen mengandalkan toko sebagai sumber belanja utama mereka. 

Namun, dalam penelitian tersebut dapat menyimpulkan bahwa konsumen tidak lagi melihat online dan offline sebagai sebuah pengalaman yang berbeda, dan mereka juga mengharapkan semuanya terhubung setiap saat.

4. Keinginan Konsumen bagi Pihak Retail dan Merek Didorong oleh Tujuan

Pembeli yang telah memilih merek berdasarkan seberapa baik mereka menyelaraskan produknya dengan nilai-nilai mereka menjadi segmen terbesar dari konsumen global, yakni sebesar 44 persen, menurut studi IBM/NRF.

Contohnya, Best Buy dan perusahaan-perusahaan lain yang kini mulai condong dalam upaya keberlanjutan dan keragaman dan inklusi.

5. Kekhawatiran Konsumen Mengenai Inflasi

Pengecer atau retail, mengakhiri 2021 dengan pertumbuhan penjualan yang cukup kuat sebesar 14,1 persen selama bulan November dan Desember, menurut NRF. CEO target, Brian Cornell, mengatakan bahwa antusiasme dari pembelanja selama liburan memberikan dirinya optimisme yang luar biasa untuk masa depan. 

NRF juga memperkirakan pengeluaran akan tetap kuat pada tahun 2022. Akan tetapi, John Furner dari Walmart juga mengharapkan permintaan yang kuat untuk terus berlanjut, dia juga mengatakan kenaikan harga menjadi perhatian utama pembeli. 

Walmart berencana untuk mengatasi berbagai kekhawatiran itu dengan cara bersandar pada pesannya tentang harga rendah setiap hari, dan dengan mencari berbagai cara untuk mengurangi biaya rantai pasokan untuk menjaga harga tetap rendah bagi konsumen.

Itulah tadi tren konsumen di tahun 2022 menurut para Retailer terkenal.

Sumber: Dunia Fintech

Share on Google Plus

About PebisnisMuslim.com

Pebisnis Muslim News adalah situs informasi bisnis dan ekonomi Islam yang dikelola oleh Pebisnis Muslim Group.

0 komentar:

Posting Komentar