majalahtabligh.com

Jelang Muktamar, Induk BTM Selenggarakan Muhammadiyah Microfinance Summit II



YOGYAKARTA – Memperkuat konsolidasi Gerakan Microfinance Muhammadiyah (GMM), Induk Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) akan menyelenggarakan acara akbar Muhammadiyah Microfinance Summit II 2022 pada 23–25 Juni 2022 nanti di Kota Batu, Malang, Jawa Timur.

Sebagai kegiatan tahunan Induk BTM, acara akbar ini adalah yang pertama sejak pandemi. Sebab selama tahun 2020 dan 2021, Induk BTM menunda kegiatan ini.

Membawa tema “Membangun Kemandirian BTM dan Closed Loop Economy Muhammadiyah”, acara tersebut digelar sekaligus dengan Rapat Anggota Tahunan Induk BTM. Diperkirakan 300 anggota dari jaringan BTM se-Indonesia akan hadir.

Selain itu, acara ini akan dihadiri oleh Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas, Ketua Majeli Ekonomi dan Kewirausahaan PP Muhammadiyah Herry Zudianto, Ketua Pusat BTM Jawa Tengah Ahmad Sakhowi, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, beserta tamu lainnya dari DPR RI, OJK, KNEKS, Bank Indonesia, hingga para ekonom, pelaku, sekaligus peneliti microfinance Indonesia.

Lewat keterangan tertulis, Kamis (9/6) Ketua Induk BTM, Achmad Su’ud mengatakan bahwa acara ini nanti akan mensosialisasikan pendirian GMM dan BTM untuk setiap satu Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM).

Guna mensukseskan strategi itu, BTM juga memohon kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah agar mengeluarkan kebijakan dalam membangun sinergi ekonomi, yaitu mendorong AUM menempatkan dananya sebesar 25 persen di seluruh jaringan BTM nasional.

“Kemudian untuk menguatkan GMM, kami berharap kepada Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk memperjuangkannya dalam sebuah keputusan Muktamar ke-48 di Solo, Jawa Tengah, tentang pentingnya pembangunan ekonomi masyarakat berbasis BTM sebagai gerakan dakwah ekonomi, ”kata Su’ud.

Acara Muhammadiyah Microfinance Summit II ini nantinya juga akan membahas digitalisasi Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) dan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) hingga regulasi terkait seperti Undang Undang Cipta Kerja dan Rancangan Undang Undang Koperasi.

“Semua itu akan dibahas di Muhammadiyah Microfinance Summit II 2022,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua MEK PP Muhammadiyah, Herry Zudianto menyambut positif gelaran tersebut. Dia berharap kesuksesan BTM sebagai pusat dan closed loop economy Muhammadiyah bisa menjadi role model dan inspirasi bagi semua PDM yang belum memiliki BTM.

“Saya rasa BTM adalah salah satu Badan Usaha Milik Muhammadiyah (BUMM) yang sangat jelas tujuan dan manfaatnya serta hubungannya dengan Muhammadiyah maka perlu base practice-nya yang banyak menuai kesuksesan itu untuk diketahui dan menjadi miniatur closed loop economy Muhammadiyah,” tutup Herry.[]

Sumber: Muhammadiyah

Share on Google Plus

About PebisnisMuslim.com

Pebisnis Muslim News adalah situs informasi bisnis dan ekonomi Islam yang dikelola oleh Pebisnis Muslim Group.

0 komentar:

Posting Komentar