majalahtabligh.com

Minyak Turun, Emas Stabil Usai Harapan Deal AS–Iran


 

Harga minyak dunia kembali melemah setelah muncul laporan bahwa Amerika Serikat dan Iran secara tentatif menyepakati perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari, sekaligus membuka peluang pengiriman kapal secara lebih bebas di Selat Hormuz. Brent crude turun mendekati US$92 per barel dan tercatat sudah anjlok hampir 15% sepanjang bulan ini seiring meningkatnya optimisme pasar terhadap potensi kesepakatan damai. Selain itu, laporan juga menyebut Iran kemungkinan akan membersihkan ranjau di Selat Hormuz dalam 30 hari, yang berpotensi mempercepat normalisasi rantai pasok energi global. Meski begitu, ketidakpastian masih tinggi karena Presiden Donald Trump disebut belum menyetujui proposal akhir, sementara Wakil Presiden JD Vance menilai terlalu dini memastikan apakah kesepakatan benar-benar akan tercapai dalam waktu dekat.

Di sisi lain, harga emas cenderung stabil di kisaran US$4.500 per ons setelah sempat pulih pada sesi sebelumnya, didorong meredanya kekhawatiran pasar terhadap lonjakan inflasi akibat perang. Sentimen damai AS–Iran membuat tekanan inflasi dari energi mulai mereda, sehingga ekspektasi kenaikan suku bunga tambahan ikut menurun dan mengurangi daya tarik emas sebagai aset lindung nilai. Namun, pasar masih bersikap hati-hati karena negosiasi terkait program nuklir Iran, sanksi ekonomi, dan mekanisme pengelolaan Selat Hormuz belum final. Di saat yang sama, Federal Reserve masih diperkirakan mempertahankan suku bunga tahun ini meski tetap memberi peringatan soal risiko inflasi yang membandel. []

 

Sumber: Tuntun Sekuritas Channel 

Share on Google Plus

About PebisnisMuslim.com

Pebisnis Muslim News adalah situs informasi bisnis dan ekonomi Islam yang dikelola oleh Pebisnis Muslim Group.

0 komentar:

Posting Komentar