majalahtabligh.com

Trump Teken Kesepakatan dengan Iran, Selat Hormuz Kembali Dibuka



Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menandatangani kesepakatan sementara dengan Iran yang mengakhiri konflik selama tiga bulan dan membuka kembali Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran minyak terpenting di dunia.


Kesepakatan yang dituangkan dalam memorandum of understanding (MoU) tersebut mulai berlaku pada Rabu (17/6/2026). Namun, belum ada kepastian apakah Iran telah sepenuhnya mengambil langkah untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.


Mengutip Bloomberg, Trump mengatakan, dokumen tersebut ditandatangani di Istana Versailles, Perancis, setelah dirinya menghadiri jamuan makan malam bersama Presiden Perancis, Emmanuel Macron.

Menurut seorang pejabat AS, dokumen itu sebelumnya telah ditandatangani secara digital pada Minggu (14/6/2026) oleh Wakil Presiden AS JD Vance dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf. Penandatanganan resmi kemudian dilakukan oleh Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.


Selat Hormuz dan Keringanan Sanksi

Berdasarkan draf perjanjian, pembukaan kembali Selat Hormuz akan dilakukan secepatnya setelah penutupan selama berbulan-bulan yang memicu lonjakan harga energi global. Kesepakatan tersebut juga mencakup pemberian keringanan sanksi terhadap ekspor minyak Iran.


Sementara itu, pembahasan mengenai program nuklir Iran dan potensi insentif ekonomi tambahan akan dilakukan dalam perundingan lanjutan.


Perhatian kini tertuju pada perusahaan pelayaran internasional yang sebelumnya menghentikan operasinya di Selat Hormuz akibat blokade dan meningkatnya risiko keamanan di kawasan tersebut.



Trump Khawatir Krisis Ekonomi Global

Trump mengakui, risiko terjadinya krisis ekonomi global menjadi salah satu alasan utama di balik keputusannya mengakhiri perang yang dimulai pada Februari lalu.


Saat menghadiri pertemuan para pemimpin negara-negara anggota Group of Seven di Perancis, Trump mengatakan eskalasi konflik lebih lanjut dapat memicu depresi ekonomi internasional.


Ia juga membela keputusan untuk tidak memasukkan program rudal balistik Iran dalam kesepakatan awal tersebut. Menurut Trump, isu rudal dan program nuklir Iran akan dibahas dalam perundingan berikutnya.


Selain itu, memorandum juga memuat rencana program pembangunan Iran senilai 300 miliar dollar AS atau sekitar Rp 5.328 triliun (asumsi kurs Rp 17.760 per dollar AS).


Trump menegaskan, dana tersebut tidak berasal dari pemerintah AS dan hanya dapat dinikmati Iran apabila mematuhi isi kesepakatan. Trump juga membuka kemungkinan pengembalian aset-aset Iran yang selama ini dibekukan AS. Menurut dia, langkah itu diperlukan untuk menjaga kepercayaan global terhadap dollar AS.


Harga Minyak Dunia Turun

Kesepakatan sementara antara AS dan Iran langsung memberikan sentimen positif bagi pasar energi dunia.


Harga minyak mentah Brent pekan ini turun hingga di bawah 80 dollar AS per barel, meski kembali menguat tipis pada perdagangan Rabu. Meski demikian, sejumlah isu krusial masih belum terselesaikan, termasuk persoalan cadangan uranium Iran yang diperkaya hingga tingkat tinggi. Persoalan tersebut akan dibahas dalam negosiasi lanjutan selama 60 hari ke depan.


Sumber: Kompas

Share on Google Plus

About PebisnisMuslim.com

Pebisnis Muslim News adalah situs informasi bisnis dan ekonomi Islam yang dikelola oleh Pebisnis Muslim Group.

0 komentar:

Posting Komentar